TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Orangtua Siswi Korban Pelecehan Berdamai dengan Guru

Siswi kelas VI SD itu dilecehkan gurunya di ruang kepala sekolah.
Orangtua Siswi Korban Pelecehan Berdamai dengan Guru
Ilustrasi kekerasan terhadap anak (Pixabay)

VIVA.co.id - Orangtua siswi korban pelecehan seksual oleh gurunya di Kabupaten Gunungkidul berdamai dengan pelaku. Dia mencabut laporan pengaduan kepada polisi.

Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul telah menerima pemberitahuan dari polisi bahwa orangtua korban membatalkan pengaduan kepada oknum guru berinisial S (50 tahun) itu.

"Informasi yang kita terima keluarga korban mencabut laporannya. Namun alasan mencabut kita belum mendapatkan laporannya," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul Bahron Rasyid, pada Jumat, 7 Oktober 2016.

Meski orang tua mencabut laporan, Dinas Pendidikan tetap akan memanggil oknum guru itu untuk mengklarifikasi laporan dugaan pelecehan seksual. Dia dipastikan disanksi jika terbukti bersalah. Namun bentuk sanksi bergantung tingkat kesalahannya. Sanksi bisa saja diberhentikan jika terkategori pelanggaran berat atau pembinaan dan peringatan jika terkategori ringan.

Oknum guru itu sudah dipindahkan mengajar sementara ke sekolah lain. Korban, yang berusia 11 tahun, pun sudah kembali ke sekolah.

Dugaan pelecehan seksual itu terjadi di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa pagi, 4 Oktober 2016. Korbannya adalah seorang siswi berusia 11 tahun dan kelas VI.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Ponjong Komisaris Polisi Saman, pelecehan seksual itu terjadi di ruang kepala sekolah, ketika korban sedang piket pagi bersama dua siswi lain.

Awalnya, kata Saman, oknum guru S itu meminta korban masuk ke ruang kepala sekolah. Dua siswi lain diminta menyapu di halaman luar. Tanpa curiga korban langsung masuk ruang kepala sekolah. Sampai di dalam ruangan kepala sekolah, S lantas meremas dada korban.

Korban trauma karena pelaku mengancam akan memberikan nilai buruk jika tindakan asusila itu diceritakan kepada orang lain. Namun peristiwa itu terbongkar setelah orangtua korban mengetahui anaknya menangis dan tak mau sekolah lagi. Korban akhirnya mengaku dan menceritakan kepada orang tuanya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP