TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Melawan Jaksa, Polisi Bantu Penahanan Wishnu Wardhana

WW berhasil dibawa petugas ke mobil tahanan sekitar pukul 19.30.
Melawan Jaksa, Polisi Bantu Penahanan Wishnu Wardhana
Wishnu Wardhana saat dibawa paksa petugas Kejati Jatim dibantu polisi (Nur Faishal/VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Proses penahanan Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya, Wishnu Wardhana (WW) di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur pada Kamis, 6 Oktober 2016, berlangsung alot. Dinegosiasi sejak sore, tersangka korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) itu baru bisa dibawa paksa selepas Isya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, WW tiba seorang diri di kantor Kejati Jatim di Jalan A Yani Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB. Dia naik ke lantai lima (lantai pidana khusus), menyerahkan surat permohonan penundaan pemeriksaan.

Sebetulnya, WW dipanggil penyidik untuk diperiksa sebagai saksi pada Jumat lalu, 30 September 2016. Tapi dia mengirim surat penundaan pemeriksaan sehari sebelumnya, Kamis, 29 September 2016. Dia meminta tunda periksa pada 17 Oktober 2016.

"Penyidik tidak mau," kata sumber di Kejati Jatim.

Tadi pagi, dia menyerahkan surat permohonan penundaan pemeriksaan lagi. Surat itu diantarkan WW langsung kepada penyidik. Karena sudah berada di kantor Kejaksaan, penyidik lalu merayu mantan Ketua DPRD Surabaya dan WW pasrah diperiksa sampai istirahat salat Zuhur.

Dan sekitar pukul 14.00 WIB, penyidik menyodorkan surat penetapan tersangka kepada WW. Dia juga diberitahu akan ditahan. Tapi mantan Ketua Partai Demokrat Surabaya itu menolak. Dia ogah meneken Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan penyidik menyarankannya membuat surat penolakan penahanan.

Namun, rupanya upaya penyidik menahan WW tak mulus. Apalagi setelah dua anak laki-lakinya datang ke kantor Kejaksaan sektar pukul 17.00 WIB. Sumber mengatakan, kedua anak WW terus mencoba menghalang-halangi upaya penahanan ayah mereka oleh jaksa.

Jelang petang, WW izin ke kamar mandi untuk buang air kecil, tapi dia menolak dikawal petugas. Jaksa gusar karena WW tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi. "Petugas lalu memberi waktu ke tersangka, kalau 10 menit tidak keluar, akan didobrak," kata sumber.

Khawatir terjadi hal tidak diinginkan, Kejaksaan meminta bantuan dari aparat Kepolisian. Pengamatan VIVA.co.id, mula-mula dua anggota berpakaian preman naik ke lantai lima. Setelah itu, delapan polisi dari Kepolisian Sektor Gayungan menyusul.

WW berhasil dibawa paksa oleh petugas ke mobil tahanan sekitar pukul 19.30 WIB. Dia dibawa tanpa memakai rompi tahanan. Tubuhnya masih terbalut jas dan berdasi. Dua anak laki-lakinya berada di depan WW mencoba menutupi wajah ayahnya dari sorotan kamera. Mereka juga mendorong-dorong awak media. "Sudah, sudah," kata mereka.

WW sendiri tetap bersikukuh tidak bersalah terkait penjualan aset PT PWU, kendati saat aset dijual dia menjadi Manajer Aset perusahaan milik Pemprov Jatim tersebut. "Salah saya apa? Yang salah direksi-direksi. Saya pasti akan praperadilan," kata dia.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Romy Arizyanto menolak menjawab ketika ditanya soal informasi perlawanan WW saat akan ditahan. Tapi dia membenarkan jika WW menolak ditahan. "Dia punya hak untuk menolak," ujarnya.

Untuk diketahui, kasus aset PWU diusut Kejati Jatim pada 2015 lalu. Diduga, terjadi penjualan aset PWU yang dilaksanakan secara curang. Penjualan aset itu terjadi semasa Dahlan Iskan menjadi Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010, sehingga negara dirugikan.

Pertengahan Juli 2016, Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung meneken surat perintah penyidikan (sprindik) kasus tersebut. Kejaksaan sudah menetapkan WW sebagai tersangka. Dia kini ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP