TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Tertahan Bawa Uang Miliaran, Tiga Jemaah Haji RI Dibebaskan

Ketiganya bebas pada Selasa 4 Oktober 2016 pukul 17.30 waktu Saudi.
Tertahan Bawa Uang Miliaran, Tiga Jemaah Haji RI Dibebaskan
Ketua PPIH Arab Saudi (tengah) saat konferensi pers pembebasan tiga jemaah haji. (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Tiga jemaah haji Indonesia yang sempat tertahan di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, karena membawa uang miliaran rupiah, akhirnya dibebaskan pada Selasa 4 Oktober 2016 pukul 17.30 waktu Arab Saudi. Pembebasan ketiga jemaah itu berkat pendampingan yang dilakukan staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, hingga jaminan dari pihak donatur.

Ketua PPIH Arab Saudi, Ahmad Dumyathi Bashori, mengatakan, proses pembebasan berjalan lancar dan saat ini ketiga jemaah haji berada di Kantor Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah untuk menginap serta beristirahat.

"Proses pemulangan ke Tanah Air segera kami urus," kata Dumyathi saat konferensi pers di Daker Madinah, Selasa malam waktu Arab Saudi.

Staf KJRI, Rofik Rakip, yang mendampingi ketiga jemaah selama pemeriksaan, mengatakan, proses kepulangan jemaah haji diperkirakan masih membutuhkan 1-4 hari ke depan. Kondisi itu terkait proses hukum yang masih dilakukan lembaga investigasi Arab Saudi.

Menurut Rofik, proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berjalan lancar. Ketidaktahuan jemaah terkait aturan di Arab Saudi menjadi faktor yang meringankan.

Sesuai aturan kepabeanan yang berlaku di Arab Saudi, jumlah uang yang diperbolehkan dibawa masuk atau keluar tidak lebih dari 60 ribu riyal atau sekitar Rp200 juta. "Jika lebih dari jumlah tersebut, harus dijelaskan asal usul dan peruntukannya," kata Rofik.

Rofik menjelaskan, uang tersebut adalah titipan beberapa donatur dan dermawan di Arab Saudi. Bila pemeriksaan berikutnya terhadap para donatur dan dermawan sudah sesuai asal usul dan peruntukan uang itu, jemaah bisa segera diproses kepulangannya.

Sementara itu, terkait status uang tersebut, Dumyathi menambahkan, kecil kemungkinan bisa dibawa ke Tanah Air. "Yang jelas, jika sumber uang sudah clear, jemaah bisa segera dipulangkan," ujar Dumyathi.

Menurut Kurniawan, petugas yang juga mendampingi ketiga jemaah selama ditahan, pihak Arab Saudi tetap menghargai jemaah haji Indonesia itu, karena mereka adalah tamu Allah. Persoalan ini hanya terkait ketidaktahuan aturan dan tidak masuk kategori berat.  

"Yang jelas, persoalan terkait jemaah sudah selesai. Pelayanan yang diberikan pihak Imigrasi Arab Saudi juga baik," ujar Kurniawan.

Untuk proses kepulangan jemaah, Kepala Daerah Kerja Airport Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam Makkiy, mengatakan, ketiga jemaah kemungkinan akan diikutkan pada Kloter 46 atau 47 Embarkasi Surabaya. "Tergantung pada ketersediaan seat nantinya," tuturnya.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dua jemaah haji menjalani pemeriksaan x-ray Gate Zero di Bandara Madinah, pada Senin 3 Oktober 2016 pukul 11.30 waktu Arab Saudi.

Dua jemaah itu adalah Sri Wahyuni Rahayu dan Rochmat Kanapi Podo. Sri Wahyuni dan Rochmat keduanya berasal dari Gresik.

Menurut Maftuh, saat pemeriksaan x-ray Gate Zero Bandara Madinah, Rochmat ditahan petugas Imigrasi, karena diduga membawa uang yang sangat banyak. Jemaah tersebut selanjutnya dibawa ke ruang kantor polisi bandara untuk dimintai keterangan.

"Setelah di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan), uang tersebut adalah milik Ansharul Adhim Abdullah," kata Maftuh dalam keterangan, Senin.

Ansharul Adhim Abdullah (47) adalah suami Sri Wahyuni yang juga berasal dari Gresik.

Selanjutnya, Sri Wahyuni juga ditahan ketika melewati pemeriksaan x-ray yang sama, karena kedapatan membawa uang yang disembunyikan dalam pakaian dalam.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP