TUTUP
TUTUP
NASIONAL

KJRI dan PPIH Terus Dampingi Jemaah Haji Bawa Uang Miliaran

Jika dokumen terkait uang tersebut rampung, jemaah optimistis bebas.
KJRI dan PPIH Terus Dampingi Jemaah Haji Bawa Uang Miliaran
Penimbangan barang bawaan jemaah haji Indonesia. (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Konsulat Jenderal Republik Indonesia dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi optimistis tiga jemaah haji Indonesia yang sempat tertahan di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, segera bebas dan dipulangkan ke Tanah Air.

Jemaah yang tergabung dalam Kloter 39 Embarkasi Surabaya (SUB 39) tertahan di Bandara Madinah, karena terkait kepemilikan uang miliaran rupiah dalam mata uang dolar AS dan euro.

Kepala Daerah Kerja Airport Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam Makkiy, mengatakan, malam ini setelah Salat Maghrib (waktu Arab Saudi), akan ada konferensi pers terkait perkembangan penanganan tiga jemaah tersebut. Hingga saat ini, tim KJRI dan PPIH Arab Saudi terus mendampingi ketiga jemaah haji tersebut.

"Habis Salat Ashar ini (tiga jemaah haji) akan kami jemput," kata Nurul di kantor Daker Madinah, Selasa 4 Oktober 2016.

Menurut Nurul, batasan uang yang diperkenankan dibawa dari bandara sekitar 60 ribu riyal. Saat ini, Nurul menambahkan, dokumen terkait kepemilikan uang tersebut sedang dilengkapi.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dua jemaah haji menjalani pemeriksaan x-ray Gate Zero di Bandara Madinah, pada Senin 3 Oktober 2016 pukul 11.30 waktu Arab Saudi.

Dua jemaah itu adalah Sri Wahyuni Rahayu dan Rochmat Kanapi Podo. Sri Wahyuni dan Rochmat keduanya berasal dari Gresik.

Menurut Maftuh, saat pemeriksaan x-ray Gate Zero Bandara Madinah, Rochmat ditahan petugas Imigrasi, karena diduga membawa uang yang sangat banyak. Jemaah tersebut selanjutnya dibawa ke ruang kantor polisi bandara untuk dimintai keterangan.

"Setelah di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan), uang tersebut adalah milik Ansharul Adhim Abdullah," kata Maftuh dalam keterangannya kemarin. Ansharul Adhim Abdullah (47) adalah suami Sri Wahyuni yang juga berasal dari Gresik.

Selanjutnya, Sri Wahyuni juga ditahan ketika melewati pemeriksaan x-ray yang sama, karena kedapatan membawa uang yang disembunyikan dalam pakaian dalam.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP