TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Video Eksklusif Pengakuan Dimas Kanjeng

Pria yang mampu gandakan uang itu diduga sebagai otak pembunuhan.
Video Eksklusif Pengakuan Dimas Kanjeng
Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng saat digiring petugas di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Surabaya, pada Rabu, 28 September 2016. (VIVA.co.id/Nur Faishal)

VIVA.co.id – Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi, mengakui adanya keterlibatan tiga anak buahnya dalam kasus pembunuhan terhadap Abdul Gani dan Ismail Hidayah.

Menurutnya, dua anak buahnya itu dibunuh karena membuat para pendiri padepokan kesal. Mereka mengancam untuk mengungkap praktik curang yang dilakukan padepokan dalam menggandakan uang.

Namun, Taat yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan dan penipuan ini mengaku tidak membunuh Ismail dan Abdul Gani.

Saksikan video pengakuan Dimas Kanjeng

Sebelumnya, Taat ditangkap petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jawa Timur di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis, 22 September 2016. 

Dia diduga menjadi inisiator pembunuhan terhadap Ismail dan Abdul Gani. Keduanya merupakan anak buah tersangka yang diberi tugas mengepul uang, dari korban praktik penggandaan uang yang dilakoni Taat di padepokannya. Mereka berhasil menjaring banyak pasien dan uangnya disetorkan kepada tersangka.

Namun Ismail dan Abdul ditagih oleh korban praktik pengganda uang yang mereka mereka kepul. Selain itu, mereka juga mengancam akan membongkar praktik penggandaan uang yang tersangka ke publik.

Kedua korban itu kemudian diduga dibunuh anak buah tersangka. Korban Ismail dikubur di sebuah hutan di Probolinggo, sedangkan Abdul Gani dibuang di Wonogiri, Jawa Tengah. Mayat keduanya mulanya ditemukan tanpa identitas.

Selain pembunuhan, Taat juga diduga menipu para pengikutnya dengan trik menggandakan uang. Polri mencatat ada empat laporan masuk terkait dugaan penipuan ini. Dari empat laporan itu, diperkirakan total kerugian yang dialami korban mencapai Rp227,33 miliar. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP