TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Anggota Ikut Kanjeng Dimas, TNI Serahkan ke Hukum

Dia meminta semua pihak menghormati proses hukum yang berlangsung.
Anggota Ikut Kanjeng Dimas, TNI Serahkan ke Hukum
Kepala Dinas Penerangan TNI Brigadir Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah. (VIVA.co.id/ Edwin Firdaus.)

VIVA.co.id – Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Brigadir Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, menyatakan bahwa instansinya tengah memproses anggota-anggota aktif yang diduga menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas temuan-temuan tersebut.

"Saat ini semua sedang diproses," kata Fadhilah saat dikonfirmasi wartawan di sela-sela acara pagelaran Wayang Orang di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu, 2 Oktober 2016.

Lebih lanjut, Fadhilah meminta semua pihak dapat menghormati proses hukum yang berjalan. Fadhilah juga mendorong masyarakat mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Karena bisa saja pengikutnya kan banyak, di Padepokan ini kan ribuan (pengikutnya). Bisa saja yang ribuan ini mungkin hanya sekadar ikut mengaji, mungkin juga karena partisipasi melihat ada pembangunan masjid dia ikut berpartisipasi kemudian ada namanya atau yang lebih jauh lagi memang dia ikut percaya?," kata Fadhilah.

Walaupun demikian, terkait anggota TNI aktif yang diduga terlibat pembunuhan anak buah Dimas, ia menyerahkan penuh kepada proses hukum di kepolisian. Fadhilah juga memastikan TNI tidak akan bersikap tertutup dalam kasus tersebut.

"Jadi saya kira berikan kesempatan untuk diperiksa, pada dasarnya TNI bersikap terbuka dan terimakasih akan ditindaklanjuti untuk pemeriksaan lebih jauh terhadap orang-orang yang nama-namanya tersiar," ujarnya.

Padepokan Dimas Kanjeng menjadi sorotan nasional setelah pimpinannya, Taat Pribadi, ditangkap pasukan gabungan Polda Jawa Timur dan Polres Probolinggo pada Kamis lalu, 22 September 2016. Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Taat juga disangka menipu ribuan pengikutnya dengan modus penggandaan uang.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP