TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Curhat Jemaah Haji Jelang Pulang ke Tanah Air

Ada perbedaan layanan hotel di Mekah dan Madinah.
Curhat Jemaah Haji Jelang Pulang ke Tanah Air
Jemaah haji Indonesia yang baru tiba di Tanah Air usai menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Foto ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

VIVA.co.id – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua secara bertahap dipulangkan ke Tanah Air dari Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Pemulangan jemaah telah berlangsung sejak 1 Oktober hingga 15 Oktober 2016.

Hingga Minggu pagi, 2 Oktober 2016, sebanyak 12 kloter jemaah haji Indonesia gelombang kedua telah diberangkatkan ke sejumlah daerah di Indonesia. Data menunjukkan, jumlah jemaah yang sudah pulang tercatat 4.908 orang dengan petugas kloter 60 orang.

"Total sebanyak 4.968 orang," kata Kepala Daerah Kerja Airport Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam Makkiy, dalam keterangannya Minggu pagi di Madinah.

Banyak cerita jemaah haji jelang kepulangan ke Tanah Air. Satu di antaranya diungkapkan Darwis, jemaah yang tergabung dalam Kloter 12 Embarkasi Kualanamu, Medan (MES 12).

Darwis menilai, ada perbedaan pelayanan bagi jemaah haji selama berada di Mekah dan Madinah. Saat di Mekah, layanan hotel, katering hingga transportasi cukup memuaskan.

Transportasi dinilainya yang paling baik. Termasuk layanan bus salawat yang mengantarkan jemaah haji dari sekitar hotel menuju Masjidil Haram.

"Hanya satu catatan saya, persediaan obat masih kurang," kata Darwis ketika ditemui di Masjid Nabawi, Sabtu malam, 1 Oktober 2016, jelang kepulangan ke Tanah Air.

Darwis menambahkan, persediaan obat untuk penyakit ringan, seperti flu, batuk, demam, dan alergi semestinya diperbanyak. Karena, beberapa penyakit itu yang kerap dialami jemaah haji.

Pengaruh cuaca yang panas, debu, hingga penyesuaian lingkungan dengan di Tanah Air, sering memicu timbulnya penyakit ringan itu. Namun, menurut dia, beberapa obat yang dibutuhkan justru tidak cukup tersedia.

Meskipun, secara umum, dia menilai, pelayanan haji tahun ini sudah lebih baik. Dengan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang dikeluarkannya sekitar Rp31 juta, dinilai sangat murah bila dibandingkan dengan semua layanan yang sudah diberikan.

"Untuk ongkos pesawat saja sudah Rp13 juta, belum hotel dan makan. Ini sangat murah," tutur Darwis yang dijadwalkan pulang ke Tanah Air, Minggu dini hari, 2 Oktober 2016 itu.

Darwis melanjutkan, selama di Madinah, untuk layanan katering cukup baik. Walaupun, dia juga memberikan catatan, menu sebaiknya disesuaikan dengan asal jemaah haji.

"Misalnya jemaah asal Surabaya diberikan katering sesuai menu daerahnya, begitu juga yang dari Sumatera," kata jemaah yang menunggu enam tahun sebelum akhirnya berangkat haji itu.

Sementara itu, untuk layanan hotel, menurut dia, kamar hotel di Madinah dinilainya terlalu sempit. Untuk layanan hotel ini, Darwis menambahkan, masih lebih bagus di Mekah.  

Meski sama-sama dari embarkasi yang sama, sebelumnya, Abdul Haris, salah seorang ketua regu yang tergabung dalam Kloter 01 Embarkasi Kualanamu-Medan (MES 01), menceritakan pengalaman selama mendapat layanan pemondokan hingga katering. Keluhan yang sempat diungkapkan jemaah haji tahun sebelumnya, tahun ini tidak dirasakannya.

"Untuk hotel dan katering misalnya, luar biasa pelayanannya. Apa yang sempat kami sangka (bakal ada keluhan) tidak kami jumpai tahun ini," kata Haris, jelang kepulangan ke Tanah Air, beberapa waktu lalu di Mekah.

Untuk itu, Haris berharap, pelayanan ini dapat dipertahankan. Bahkan, dapat ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya.

Jemaah dalam rombongan MES 01, dia melanjutkan, secara umum menyatakan kepuasannya. Jemaahnya juga tidak ada yang kesasar, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lancar.

Haris juga menambahkan, meski banyak jemaah yang berusia lanjut, mereka rata-rata merasa senang. Kondisi ini setidaknya karena mendapat layanan yang baik.

"Jemaah yang awalnya kurang sehat, malah jadi sehat. Petugas-petugas sangat ramah," tuturnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP