TUTUP
TUTUP
NASIONAL

SAR Cari Korban Banjir Bandang di Tumpukan Sampah Jatigede

Hingga hari ke 12, 19 orang masih dinyatakan hilang.
SAR Cari Korban Banjir Bandang di Tumpukan Sampah Jatigede
Aparat TNI bersama warga mencari korban banjir bandang di bawah jembatan rel kereta api di Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Jumat, 30 September 2016. (VIVA.co.id/Diki Hidayat)

VIVA.co.id – Tim Search And Rescue (SAR) bencana banjir Bandang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengintensifkan pencarian korban ke sekitar tumpukan sampah di Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang.

"Memasuki hari ke 12, tim SAR gabungan kembali lakukan pencarian korban yang belum ditemukan, diintensifkan di Waduk Jatigede," ujar Koordinator Humas dan Protokoler Basarnas Provinsi Jawa Barat, Joshua Banjarnahor, Minggu 2 Oktober 2016.

Joshua mengatakan, dalam pencarian korban di Waduk Jatigede, tim diarahkan ke dua sektor utama di waduk itu, yakni di dua tumpukan sampah berskala besar. "Yakni, tumpukan sampah barat dan sektor tumpukan sampah timur," kata Joshua.

Joshua menuturkan, untuk memudahkan pencarian, tim SAR juga mengerahkan alat berat yang bisa mengapung di air waduk, yakni jenis bekho apung milik Balai Besar Waduk Jatigede Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Ditambah lima unit LCR, satu unit river boat, satu unit kayak, satu unit perahu nelayan. Sedangkan operasional pendukung, yaitu satu unit rescue compartment, satu unit rescue D-Max," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, akibat banjir itu, sebanyak 6.051 jiwa mengungsi yang tersebar di posko TNI, kantor Kelurahan hingga Masjid dan rumah susun.

Yusri menyebutkan, pengungsi itu disebar di Aula Markas Korem 062/TNI sebanyak 170 orang, kantor Kelurahan Jayawaras sejumlah 344 orang, Masjid As Syifa di Desa Haur Panggung, sebanyak 210 orang.

Posko Ramona sebanyak 1.750 orang, posko Mandiri sebanyak 1.000 orang, di Bojong Sudika sebanyak 735 orang, Posko Ramona II sebanyak 1.320 orang.

"Di Rumah Susun Cilawu sebanyak 59 orang, kantor Kelurahan Pakuwon 12 orang, Kelurahan Paminggir 143 orang, Kelurahan Muarasanding 165 orang dan Kelurahan Sukamentri sebanyak 30 orang," katanya.

Seperti diketahui, banjir bandang menerjang Kabupaten Garut pada Selasa 20 September 2016. Akibat bencana itu, sudah 34 orang dinyatakan meninggal dunia dan 19 orang dinyatakan masih hilang dan dalam proses pencarian. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP