TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Jemaah Gelombang Kedua Mulai Dipulangkan ke Tanah Air

Jemaah yang pertama kali diberangkatkan adalah Kloter SUB 35.
Jemaah Gelombang Kedua Mulai Dipulangkan ke Tanah Air
Jemaah haji berangkat menuju bandara Madinah untuk selanjutnya diterbangkan ke Tanah Air. (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Rombongan jemaah haji Indonesia gelombang kedua mulai dipulangkan ke Tanah Air, Jumat malam, 30 September 2016 dari Madinah. Jemaah haji yang pertama kali diberangkatkan dari hotel tempat menginap ke Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah adalah Kloter 35 Embarkasi Surabaya (SUB 35).

Selanjutnya, dari Bandara Madinah, pesawat akan lepas landas pada Sabtu 1 Oktober 2016 pukul 03.25 waktu Arab Saudi. Perkiraan mendarat di Bandara Juanda Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2016 pukul 17.30 WIB.

Jemaah Kloter SUB 35 dilepas oleh Kepala Daerah Kerja Madinah, Nasrullah Jasam dari hotel tempat menginap di Sektor II pada pukul 22.25 waktu Arab Saudi atau 02.25 WIB.

Turut mendampingi Nasrullah adalah Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Wahyu Utomo, Kepala Seksi Transportasi Sri Darfatihati, dan Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Maskat.

Nasrullah mengatakan, jemaah Kloter SUB 35 yang diberangkatkan menuju Bandara Madinah itu diangkut 10 bus. Jumlah jemaah sebanyak 449 orang.

Menurut Nasrullah, hingga 15 Oktober 2016, rata-rata tiap hari akan ada 12-15 kloter yang diberangkatkan ke Tanah Air. Total jumlah jemaah 67 ribu dengan 171 kloter.

"Proses penimbangan koper jemaah juga lancar. Rata-rata berat koper 26,5 kilogram dan 29 kilogram," kata Nasrullah.

Sementara itu, untuk air zam zam, Nasrullah menambahkan, selama pemantauan juga tidak ditemukan dalam koper jemaah haji. "Mudah-mudahan jemaah selalu patuh aturan," ujarnya.

Danang, jemaah haji yang tergabung dalam Kloter SUB 35 itu mengatakan, selama di Mekah dan Madinah, rangkaian ibadah berjalan lancar. Prosesi haji hingga arbain telah dikerjakan dengan baik.

"Alhamdulillah semua lancar," kata Danang, yang sempat tertunda naik bus karena paspor belum ditemukan.

Danang dan rombongan jemaah lainnya akhirnya diberangkatkan, setelah paspor berada di bus lain. Meski harus terpisah bus dengan keluarganya saat menuju bandara, Danang tidak mempermasalahkannya.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Airport Jeddah-Madinah, Nurul Badruttaman Makkiy, mengatakan, berbeda dengan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, khusus layanan di Bandara Madinah, jemaah tidak mendapatkan katering.

Sebab, jarak dan waktu tunggu tidak terlalu lama. Perjalanan dari hotel ke Bandara Madinah sekitar 30-45 menit.

Selain itu, Nurul menambahkan, lima jam sebelum lepas landas, jemaah harus sudah berada di Bandara Madinah. Selain itu, untuk mengantisipasi barang bawaan berlebihan, Nurul berharap jemaah menaati aturan dan peraturan yang telah ditetapkan.

Berat koper besar maksimal 32 kilogram, dan tidak diperbolehkan memasukkan air zam zam ke dalam koper besar. Sementara itu, berat tas tentengan maksimal 7 kilogram.

"Ketika jemaah sudah sampai di bandara, nanti dari pihak Saudia dan Garuda tetap akan sweeping barang bawaan over dalam kabin," tuturnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP