TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Koper Ditimbang, Jemaah Patuhi Aturan Berat Maksimal

Petugas tidak menemukan kemungkinan air zam zam disimpan dalam koper.
Koper Ditimbang, Jemaah Patuhi Aturan Berat Maksimal
Penimbangan koper jemaah di salah satu hotel di Madinah. (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Penimbangan koper jemaah haji gelombang kedua yang akan pulang ke Tanah Air dimulai hari ini, Jumat 30 September 2016. Penimbangan di beberapa kloter terpantau lancar dan jemaah haji mematuhi aturan berat maksimal 32 kilogram.

Pemantauan tim Media Center Haji di salah satu hotel di Sektor II, penimbangan berjalan lancar. Dalam catatan petugas kargo Air Portal Support, hampir tidak ditemukan kelebihan berat koper jemaah.

Dalam catatan petugas kargo yang sempat terlihat, berat koper jemaah berkisar 22-32 kilogram. Setelah ditimbang, koper selanjutnya diangkut menggunakan truk menuju bandara.

"Sebagian besar lolos dan langsung kami angkut," kata salah seorang petugas kargo yang bertugas mencatat berat koper jemaah haji Kloter 36 Embarkasi Solo (SOC 36).

Wakil Ketua Sektor II Daker Madinah, Tamriyanto, mengatakan, dalam pengecekan di beberapa kloter hari ini, seperti Kloter 35 Embarkasi Surabaya (SUB 35) dan SUB 36, hampir tidak ditemukan koper melebihi berat yang ditentukan.

"Rata-rata berat 29, 30, 32 (kg)," kata Tamriyanto.

Namun, Tamriyanto tidak menampik kemungkinan masih adanya 1-2 koper jemaah yang melebihi ketentuan berat maksimal. Jika pun ada, kelebihan itu tidak banyak dan jemaah dengan disaksikan petugas kloter akan membongkar sendiri, serta menyesuaikan dengan berat yang sudah ditetapkan.

Selama proses penimbangan, Tamriyanto menambahkan, jemaah maupun petugas kloter aktif menyaksikan. Bahkan, ketua kloter juga ikut mengawasi, selain dari perwakilan maskapai Garuda Indonesia.

Kepatuhan jemaah terhadap berat maksimal koper, di antaranya karena sosialisasi yang sudah dilakukan sejak jauh hari. Tidak hanya melalui Surat Edaran Kepala Daker Madinah, tapi juga sosialisasi langsung dengan para ketua kloter.

"Bahkan, ketua kloter dan ketua sektor ikut menandatangani pernyataan terkait ketentuan berat maksimal koper tersebut," tuturnya.

Selama proses penimbangan itu, menurut Tamriyanto, tidak ditemukan koper jemaah yang membawa air zam zam. Meskipun, di bandara akan kembali dideteksi saat pemeriksaan lewat x-ray.

Sujo Hariyanto, jemaah asal Kloter SOC 36 merespons positif proses penimbangan yang dilakukan sehari jelang kepulangan jemaah itu. Sujo menilai, penimbangan yang dilakukan di masing-masing hotel jemaah dinilai lebih efektif.

Meskipun berat maksimal koper jemaah dibatasi 32 kilogram, menurut Sujo, jemaah berupaya mematuhi. Barang bawaan dalam koper jemaah juga disesuaikan agar tidak melebihi berat maksimal yang ditetapkan,

"Ini saya hanya ikut menyaksikan. Mudah-mudahan tidak lebih (berat)," ujar Sujo.

Namun, menurut dia, tidak dipungkiri, air zam zam adalah oleh-oleh yang sering ditanyakan keluarga dan kerabat di Tanah Air. Sebab, Sujo melanjutkan, keluarga merasa lebih mantap jika air zam zam tersebut diambil langsung dari Mekah atau Madinah.

"Katanya rasanya beda," katanya.

Jemaah haji gelombang kedua yang akan pertama dipulangkan ke Indonesia adalah Kloter SUB 35. Kloter jemaah ini berasal dari Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, dan Surabaya.

Pesawat diberangkatkan pada Sabtu 1 Oktober 2016 pukul 03.25 waktu dari Bandara Madinah. Perkiraan mendarat di Bandara Juanda Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2016 pukul 17.30 WIB. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP