TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Uang dan Emas Ternyata Palsu, Ini Respons Dimas Kanjeng

Uang dan emas palsu itu ditaruh pada peti dan diberikan ke korban.
Uang dan Emas Ternyata Palsu, Ini Respons Dimas Kanjeng
Taat Pribadi, Pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo Jawa Timur.  (VIVA.co.id/Istimewa)

VIVA.co.id – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, menunjukkan barang bukti berupa uang dan emas batangan pemberian Taat Pribadi, pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng, tersangka penipuan bermodus penggandaan uang. Namun, uang dan emas itu ternyata palsu.

Uang dan emas palsu tersebut diperoleh dari Najmiah, korban Dimas Kanjeng asal Makassar, Sulawesi Selatan. Barang bukti itu mulanya tersimpan di dalam peti pemberian Dimas Kanjeng. Konon, peti tersebut adalah peti ajaib yang bisa mengeluarkan uang berlipat-lipat dan emas.

Ditanya wartawan tentang uang dan emas hasil praktik penggandaan yang ia promosikan kepada pengikutnya, Taat lebih banyak tersenyum daripada berkomentar. Tapi dia tetap meyakini bahwa pada saatnya peti ajaib yang ia berikan ke korban akan mengeluarkan uang dan emas asli.

"Lihat saja nanti, sambil berjalan pada saatnya akan kelihatan hasilnya," kata Taat, seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka penipuan di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Surabaya, Jumat, 30 September 2016.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi RP Argo Yuwono menjelaskan, Dimas kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan, setelah penyidik seharian melakukan gelar perkara. "Penyidik sudah mengantongi dua alat bukti cukup," ujarnya.

Sebelum pihak Najmiah, Polda Jatim telah menerima laporan penipuan Dimas Kanjeng dari tiga pelapor dengan total kerugian Rp1,5 miliar. Selain di Polda Jatim, Taat juga dilaporkan ke Markas Besar Polri oleh seorang korbannya yang merugi Rp20 miliar.

Seperti diberitakan, Taat Pribadi atau Dimas Kanjeng ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016.

Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Kini, Dimas juga resmi tersangka penipuan dengan modus penggandaan uang. Penangkapan Dimas Kanjeng dikawal hampir seribu polisi. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP