TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

MUI: Dimas Kanjeng Matikan Lampu saat Temui Pengikutnya

"Kesannya biar sakral dan dikira Dimas Kanjeng turun dari langit."
MUI: Dimas Kanjeng Matikan Lampu saat Temui Pengikutnya
Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng saat digiring petugas di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Surabaya, pada Rabu, 28 September 2016. (VIVA.co.id/Nur Faishal)

VIVA.co.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur turut menyelidiki praktik Padepokan Dimas Kanjeng pimpinan Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo. Majelis mendapatkan keterangan bahwa Dimas Kanjeng selalu mematikan lampu di padepokannya setiap menemui pengikutnya, misalnya, saat pertemuan besar atau semacam istigasah (doa bersama).

Menurut Ketua MUI Jawa Timur, Abdussomad Bukhori, cara itu dilakukan Dimas Kanjeng agar dia selalu menganggap diri sebagai seorang yang agung dan layak dihormati. “Jadi, kesannya biar sakral, dan dikiranya Dimas Kanjeng itu turun dari langit,” katanya kepada VIVA.co.id melalui sambungan telepon pada Jumat, 30 September 2016.

Abdussomad mengaku tidak heran jika para pengikut Dimas Kanjeng terkesan fanatik. Soalnya proses doktrinasi yang dilakukan Dimas Kanjeng cukup tersistem dan rapi. “Makanya, banyak yang mengaggapnya sakti atau punya kemampuan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dalam melakukan istigasah, Dimas Kanjeng juga menambahkan Salawat Fulus. Salawat itulah yang dianggap Abdussomad menyimpang dari ajaran syariat Islam.

“Jadi zikirnya itu memang aneh, makanya bisa dikatakan ajarannya Dimas Kanjeng ini menyimpang, bahkan menjurus sesat,” katanya.

Dimas Kanjeng ditangkap petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016. Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Dia juga diduga melakukan penipuan praktik penggandaan uang. Penangkapan Dimas Kanjeng dikawal hampir seribu polisi.

Selain tersangka kasus pembunuhan, Taat kini terbelit kasus dugaan penipuan dan pencucian uang. Tiga laporan penipuan diterima Polda Jatim dengan kerugian korban total Rp1,5 miliar, satu laporan di Markas Besar Polri dengan kerugian korban Rp20 miliar. Untuk kasus penipuan, Taat masih berstatus saksi terlapor, belum tersangka.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP