TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Pengalaman di Mekah, Jemaah Tersesat di Madinah Menurun

Rata-rata jemaah tersesat 5-15 orang tiap hari.
Pengalaman di Mekah, Jemaah Tersesat di Madinah Menurun
Kesibukan tim Sektor Khusus Masjid Nabawi saat melayani jemaah haji gelombang pertama. (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Jelang masa puncak kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua, Masjid Nabawi kian sesak. Tidak hanya dipenuhi jemaah haji Indonesia, namun di antaranya juga dari India, Bangladesh, dan Turki.

Berdasarkan pantauan tim Media Center Haji, Kamis malam, 29 September 2016, jemaah haji Indonesia masih menjalankan ibadah arbain, yakni salat fardhu 40 waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi. Jemaah banyak bertahan di masjid saat salat Maghrib yang dilanjutkan dengan Isya.

Namun, beberapa di antaranya juga berjalan-jalan dan menikmati makanan di sekitar masjid, sambil menunggu waktu salat Isya. Untuk sebagian jemaah yang hotel tempat menginap sangat dekat dengan masjid, memilih kembali ke pemondokan.

Situasi saat kembali ke pemondokan itu, biasanya menjadi waktu-waktu yang perlu diwaspadai petugas Sektor Khusus Masjid Nabawi. Banyaknya jemaah usia lanjut, masih menjadi perhatian petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Sebab, jemaah usia lanjut masih ada yang ketinggalan rombongan dan lupa jalan pulang menuju hotel. Meski masih ada jemaah yang kesasar, jumlahnya jauh menurun dibanding saat kedatangan jemaah gelombang pertama.

"Setiap hari rata-rata yang terdata 5-15 jemaah (kesasar)," kata Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi, Slamet Budiono Sabar, di Masjid Nabawi, Kamis malam, waktu Saudi. Sementara itu, saat masa kedatangan jemaah haji gelombang pertama, saat masa puncak, jemaah tersesat rata-rata 50-100 orang tiap hari.

Slamet mengatakan, tidak dipungkiri bahwa jemaah yang tersesat masih ada. Walaupun, kini penanganan lebih mudah. Banyak di antara mereka yang hanya butuh diarahkan menuju hotel tempat menginap.

Begitu diarahkan harus melalui pintu tertentu yang dekat tempat menginap, Slamet melanjutkan, jemaah haji sudah mengetahui jalan pulang. Meskipun, masih ada juga jemaah yang karena usianya, diantar langsung ke pemondokan.

"Jemaah sepertinya sudah pengalaman saat di Masjidil Haram," tuturnya.

Jemaah haji gelombang kedua sebelumnya sudah melaksanakan prosesi haji di Mekah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sebelum kepulangan ke Tanah Air, jemaah melaksanakan ibadah arbain terlebih dahulu di Madinah.

Slamet menambahkan, jemaah haji lanjut usia yang masih tersesat, beberapa di antaranya usai dari raudhah untuk berdoa dan berzikir. Saat di raudhah biasanya sudah tengah malam.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP