TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Demi Arbain, Jemaah Rela Tak ke Jabal Magnet

Masjid Quba dan pasar kurma menjadi destinasi favorit.
Demi Arbain, Jemaah Rela Tak ke Jabal Magnet
Keindahan Jabal Magnet di Madinah (VIVA.co.id/Arinto Tri Wibowo)

VIVA.co.id – Jemaah haji Indonesia gelombang pertama maupun kedua secara bergantian "tinggal" di Madinah dalam rangkaian prosesi haji. Jika jemaah haji gelombang pertama tiba di Kota Nabi itu sebelum puncak haji, jemaah gelombang kedua sebaliknya.

Selama 8-9 hari di Madinah, jemaah haji melaksanakan ibadah arbain di Masjid Nabawi. Yakni, salat fardhu berjamaah 40 waktu tanpa terputus.

Tidak hanya melaksanakan arbain, jemaah haji juga berziarah ke makam Rasulullah SAW dan sahabatnya, serta para syuhada. Jemaah haji, dikoordinasi maktabnya, juga mengunjungi sejumlah masjid-masjid bersejarah.

Di Madinah, masjid-masjid yang selalu diagendakan untuk dikunjungi jemaah adalah Masjid Quba dan Qiblatain. Kedua masjid ini menyimpan sejarah panjang di masa Rasulullah.

Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah. Sementara itu, Masjid Qiblatain dikenal karena perubahan arah kiblat, yang awalnya ke Masjidil Aqsha menjadi ke Kakbah di Masjidil Haram.

Selain kedua masjid itu, jemaah juga biasanya mengunjungi Jabal Uhud dan Jabal Magnet. Di Jabal Uhud terdapat makam para syuhada yang gugur saat berperang melawan kaum musyrikin.

Untuk kebutuhan buah tangan dari Madinah, kebun kurma juga menjadi salah satu destinasi. Jemaah biasanya mencari kurma Nabi untuk dibawa ke Tanah Air.

Sobirin, jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 14 Embarkasi Kualanamu, Medan (MES 14) mengatakan, rombongan jemaahnya juga sudah berkunjung ke hampir semua lokasi ziarah itu. "Hanya Jabal Magnet yang tidak keburu. Karena sudah siang dan khawatir tak dapat salat Dzuhur," kata Sobirin di areal Masjid Nabawi, Rabu 28 September 2016.

Sobirin mengatakan, jemaah dalam kloternya, dengan dikoordinasi maktab, telah mengunjungi Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan juga kebun kurma. "Tadi pagi (Rabu pagi), baru saja ke kebun kurma," ujarnya.

Beberapa jemaah dari Kloter 41 Embarkasi Surabaya (SUB 41) juga sudah berziarah ke beberapa tempat-tempat bersejarah. "Sudah, sudah. Masjid Quba dan Qiblatain juga sudah," ujar salah satu jemaah asal Jombang itu.

Udin, jemaah haji dari Kloter 36 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 36) juga sudah mengunjungi masjid-masjid yang memiliki sejarah kental di masa Rasulullah itu. "Jabal Magnet tidak sempat. Karena sudah siang," kata Udin.

Meski Jabal Magnet kerap tidak terkejar selama masa ziarah itu, jemaah haji tidak kecewa. Karena, mereka tidak ingin ibadah arbainnya terputus.

Jabal Magnet adalah perbukitan yang konon memiliki medan magnet. Saat menuruni bukit itu, dengan kondisi mesin mati, mobil seperti tertarik medan magnet. Kecepatan mobil bahkan hingga 120 kilometer per jam.   

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP