TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Memburu Kurma Nabi di Madinah

Kurma jenis ini banyak dicari jemaah haji Indonesia.
Memburu Kurma Nabi di Madinah
Kurma ajwa atau kurma Nabi dalam kemasan di Kebun Kurma Al Barokah, Madinah. (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Belasan bus berjejer di area parkir yang cukup luas. Waktu baru menunjuk pukul 07.30 waktu Arab Saudi. Puluhan jemaah bergegas turun dari sebuah bus. Pakaian mereka sebagian besar sama. Kombinasi warna hijau dan ungu, dengan tas kecil menyelempang di badan.

Langkah kaki mereka mengarah ke sebuah bangunan yang berfungsi sebagai toko. Di dalamnya sudah penuh dengan puluhan jemaah lainnya.

Suasana cukup ramai. Terdengar penjual sedang menawarkan dagangannya. Di sisi lain, beberapa jemaah sibuk menawar. Transaksi pun terjadi.   

Ya, bangunan berlokasi di timur Masjid Quba, Madinah itu adalah toko yang menjajakan hasil panen kebun kurma. Berjarak sekitar lima kilometer dari Masjid Nabawi.

Di sekitarnya, hamparan kebun kurma terbentang. Luas kebun berkisar 25 hektare. Tembok setinggi dua meter tampak mengelilingi kebun itu.

Pagi itu, Rabu, 28 September 2016, ratusan jemaah haji Indonesia sudah berdatangan di area Kebun Kurma Al Barokah. Kebun itu dimiliki oleh Abdul Rahman Al Harby dan dikelola secara turun-temurun. Banyak jenis kurma yang ditawarkan, dari ajwa, amber, safawi, hingga sukari.  

Pada musim haji, toko kebun kurma ini selalu ramai dikunjungi jemaah haji. Para jemaah biasanya memanfaatkan waktu pagi hari untuk berbelanja kurma.

Sebab, mereka juga akan berziarah dan mengunjungi sejumlah masjid maupun lokasi bersejarah lainnya di Madinah. Pagi setelah salat Subuh banyak dimanfaatkan para jemaah, karena mereka juga mengatur waktu untuk ibadah arbain.

Tidak hanya di dalam toko, beberapa penjual tampak menjajakan kurma sukari muda di pinggir kebun. Selain itu, tersedia kurma muda yang konon dapat membantu kesuburan kandungan. Pernak-pernik seperti tasbih juga dijajakan.

Kebun Kurma Al Barokah di Madinah.

Abdul Wahab, jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kloter 42 Embarkasi Surabaya (SUB), tampak tengah beristirahat usai berbelanja. Dalam kantong plastik belanjaannya, sudah terisi tiga kilogram kurma ajwa, atau lebih dikenal dengan kurma Nabi.

"Ini yang super, satu kilonya 100 riyal," kata jemaah asal Jombang, Jawa Timur itu.

Menurut Wahab, kurma jenis ajwa bermacam-macam harganya. Jika jenis super dengan ukuran besar, harga lebih mahal. Ada juga yang dihargai 60 riyal per kilogram.

Wahab membeli kurma ajwa karena keluarganya di Tanah Air banyak menitip kurma jenis ini. "Meski mahal nggak papa. Karena banyak yang nitip," ujarnya.

Kurma jenis ini memang paling banyak dibeli jemaah haji Indonesia pagi itu. Dalam pantauan tim Media Center Haji, saat pertama memasuki toko, jemaah umumnya langsung mencari kurma ajwa.

"Tapi di sini lebih mahal. 100 riyal (per kilogram), di Madinah (pasar kurma) bisa 40 riyal," ujar Nunik, jemaah yang tergabung dalam Kloter 14 Embarkasi Kualanamu, Medan (MES 14).

Nunik yang pergi haji dengan neneknya itu pun tidak langsung memutuskan untuk membeli. Ia melanjutkan berkeliling toko.

Sementara itu, bagi Zainal, jemaah haji yang tergabung dalam kloter yang sama dengan Abdul Wahab, memilih kurma jenis ajwa, karena sulit ditemui di Indonesia. "Saya beli buat keluarga saja. 200 riyal dapat 2,5 kilo," tuturnya.

Zainal berangkat haji bersama keluarga besarnya yang berjumlah tujuh orang. Mendaftar pada tahun 2009, Zainal bersyukur bisa berangkat di antaranya dengan mertua dan istrinya.

Selain dari Jombang dan Medan, jemaah haji Indonesia yang berkunjung ke kebun kurma pagi itu berasal dari Kloter 18 Embarkasi Batam (BTH 18) serta Kloter 45 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 45).

Selain kurma, di dalam toko juga dijajakan cokelat hingga makanan lainnya. Jemaah haji juga tidak perlu khawatir, karena untuk pembayaran dapat menggunakan riyal, rupiah, maupun dolar.

Bagi jemaah yang ingin bersantai usai berbelanja, tersedia tempat istirahat di samping kebun. Pengelola menyediakan beberapa saung beratap daun pohon kurma dengan tempat duduk melingkar dari besi.

Suasana di Kebun Kurma Al Barokah, Madinah.

Terdapat juga saung berbentuk memanjang dengan tempat duduk yang empuk. Fasilitas toilet dan tempat wudu bagi pria serta wanita juga tersedia.

Untuk menarik pembeli, penjual juga memberikan diskon bagi jemaah yang membeli kurma dalam jumlah banyak. Misalnya, untuk kurma jenis ajwa, satu kemasan boks ukuran satu kilogram dijual 60 riyal. Namun, bila membeli dua boks dihargai 100 riyal. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP