TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Mensesneg Pratikno: Saya Tidak Kenal Prabowo

Ia membantah pernah bertemu Prabowo Subianto membahas Pilkada DKI.
Mensesneg Pratikno: Saya Tidak Kenal Prabowo
Mensesneg Pratikno (VIVA/Agus Rahmat)

VIVA.co.id – Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menyampaikan keterangan pers terkait pemberitaan dirinya bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pratikno membantah bahwa dalam beberapa hari ini pernah bertemu Prabowo.

"Jadi saya sama sekali tidak menemui, apalagi berkunjung ke Pak Prabowo atau ke pengurus Gerindra yang lainnya. Sama sekali saya tidak pernah berkunjung ke sana menemui, dan tidak pernah ketemu dalam beberapa minggu ini. Sebelumnya enggak pernah," kata Pratikno, dalam keterangan persnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 28 September 2016.

Sebagai pejabat negara, Pratikno mengatakan pihaknya berada pada posisi netral. Tidak berpihak pada salah satu calon di Pilkada DKI Jakarta. Sehingga, apa yang diberitakan terkait pertemuan dia dengan Prabowo dalam mendukung cagub Anies Baswedan adalah tidak benar.

"Saya tidak tahu motifnya apa. Tapi yang jelas hal tersebut tidak benar," ujar mantan Rektor UGM itu.

Pratikno juga mengaku tidak pernah mengenal secara pribadi dengan Prabowo. Sehingga kalau disebut bertemu dan berkomunikasi, menurutnya, tidak benar. Walau Prabowo sempat bertemu Jokowi di Istana Bogor pada Januari 2015, Pratikno mengaku tidak ikut menemuinya.

"Saya sebetulnya tidak kenal dengan Pak Prabowo secara personal sama sekali. Saya masih ingat-ingat apakah saya pernah bertemu beliau, tapi kayaknya tidak pernah juga," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono, mengklarifikasi pertemuan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dengan Ketua Umum, Prabowo Subianto.

Pertemuan itu disebutkan membahas terkait pencalonan Anies Baswedan. Arief menegaskan, pertemuan itu bukan untuk mengintervensi pencalonan Anies.

"Intinya, Pak Pratikno bukan menghalangi. Justru dari pembicaraan mendukung, menguatkan Anies didukung Prabowo," kata Arief, Rabu, 28 September 2016.

Ia menjelaskan, Pratikno dikirim sebagai perwakilan Presiden Joko Widodo. Anies yang sempat di-reshuffle, ternyata menolak ditawari jabatan sebagai duta besar.

"Mengirim Pak Pratikno sebagai perwakilan Jokowi untuk dukung Anies. Sebagai balas budi Pak Jokowi ke Mas Anies. Karena, Mas Anies enggak mau ditawari sebagai duta besar," kata Arief. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP