TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Dimas Kanjeng Dikabarkan Punya Padepokan di Makassar

Rumah itu biasanya ramai, tapi mendadak sepi sejak sepekan terakhir.
Dimas Kanjeng Dikabarkan Punya Padepokan di Makassar
Rumah yang dikabarkan sebagai markas santri Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, pemimpin Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, di Kota Makassar pada Rabu, 28 September 2016. (VIVA.co.id/Nur Faishal)

VIVA.co.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyebut Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, pemimpin Padepokan Kanjeng Dimas, memiliki padepokan di Makassar. Santri Dimas Kanjeng diperkirakan mencapai dua ribu orang di Sulsel.

"Kami sudah melakukan menyelidiki di sana, tapi saat ini sudah tidak ada aktivitas, rumah itu kosong," kata Juru Bicara Polda Sulsel, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, di Makassar pada Rabu, 28 September 2016.

Ia mengungkapkan santri Dimas Kanjeng tersebar di berbagai daerah di Sulsel, di antaranya, Soppeng, Jeneponto, dan Makassar. Bahkan ada di antara mereka yang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Frans mengatakan, hingga kini, Polda Sulsel belum menerima laporan masyarakat tentang aktivitas padepokan Dimas Kanjeng di Makassar. Ia mengimbau warga agar datang melapor jika ada yang merasa dirugikan oleh Dimas Kanjeng.

"Kami imbau kepada warga Sulsel yang merasa dirugikan, agar tidak malu untuk datang melapor, agar jika, misalnya, ada warga yang dirugikan, bisa secepatnya dilaporkan ke posko yang ada di Polda Jawa Timur," katanya.

Sepekan kosong

VIVA.co.id mencoba mendatangi sebuah rumah yang dikabarkan menjadi markas santri Dimas Kanjeng di Jalan Bonto Bila 1, Nomor 18, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. 

Dari luar, rumah berlantai satu berwarna cokelat tua itu tampak sepi dan tidak ada aktivitas. Padahal, menurut warga sekitar, rumah itu sering didatangi tamu dari luar. "Baru sekitar minggu ini kosong, karena minggu lalu masih ada orang keluar masuk," kata seorang warga, yang tidak mau disebutkan namanya.

Taat Pribadi alais Dimas Kanjeng sebelumnya ditangkap aparat gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016. Dia disangka mendalangi pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Penangkapan Dimas Kanjeng dikawal hampir seribu polisi.

Selain tersangka kasus pembunuhan, Taat kini terbelit kasus dugaan penipuan dan pencucian uang. Tiga laporan penipuan diterima Polda Jatim dengan kerugian korban total Rp1,5 miliar, satu laporan di Markas Besar Polri dengan kerugian korban Rp20 miliar. Untuk kasus penipuan, Taat masih berstatus saksi terlapor, belum tersangka.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP