TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Pabrik Tahu Meledak, Dua Pekerja Tewas Mengenaskan

Diduga ledakan berasal dari boiler.
Pabrik Tahu Meledak, Dua Pekerja Tewas Mengenaskan
Suasana pabrik tahu yang meledak di Medan. (VIVA.co.id/Putra Nasution)

VIVA.co.id – Sebuah pabrik pengolahan tahu di Dusun III, Desa Sukajadi Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, meledak. Akibatnya dua pekerja yang sedang melakukan proses pembuatan tahu tewas dengan luka bakar parah di sekujur tubuh.

Kedua korban tewas itu, masing-masing bernama Koko Susilo (21 tahun) warga ? Dusun III, Desa Sukajadi Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara; dan Supri (37) warga Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

"Peristiwa kecelakaan kerja atas boiler pembuatan tahu meledak terjadi pada hari Minggu dini hari, 25 September 2016 sekira pukul 00.30 WIB," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, di Medan, Senin malam, 26 September 2016.

Rina menjelaskan, saat kejadian, ada sekira enam orang pekerja yang sedang melakukan proses pembuatan tahu di pabrik tersebut. Sedangkan korban Koko pada saat itu, bertugas untuk memanaskan boiler dengan kayu bakar. Namun, sekitar kurang lebih 30 menit, tiba-tiba terdengar suara ledakan besar sehingga para pekerja berlarian dari lokasi kejadian.

Pekerja pabrik lainnya dibantu warga sekitar kemudian mendatangi lokasi untuk melihat keadaan. Warga pun, melihat kedua korban tergeletak tak berdaya tak jauh dari boiler yang meledak tersebut. Kedua korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan tim medis.

"Koko yang dibawa ke RSU Grand Medistra Lubuk Pakam, Deli Serdang. Tak lama mendapatkan tindakan medis akhirnya meninggal dunia," kata Rina.

Sementara Supri yang dibawa ke RSU Sawit Indah harus dirujuk ke RSUPH Adam Malik, Medan. Mengingat luka bakar parah di sekujur tubuh yang dialami korban. Namun, setelah mendapatkan tindakan medis, Supri pun meninggal dunia, Senin 26 September 2016. Selanjutnya, kedua jenazah pekerja pabrik tahu itu diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan oleh Polsek Perbaungan, dan berdasarkan  interogasi sementara terhadap saksi Ahmad Dani dan Suwito yang pada waktu kejadian berada di TKP mengatakan bahwa ledakan tersebut terjadi karena kekosongan air dalam boiler sehingga menimbulkan daya panas besar," kata Rina.

"Boiler yang terbuat dari besi dan dalam keadaan tertutup rapat sehingga suhu panas di dalam boiler menyebabkan terjadinya ledakan. Ledakan besar tersebut menyebabkan tercampaknya kedua korban dan menghancurkan beberapa barang di TKP," kata Rina lagi.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP