TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Jemaah Haji Indonesia, antara Arbain dan Ziarah

Jemaah biasa berziarah pada pagi hari, karena ingin mengejar arbain.
Jemaah Haji Indonesia, antara Arbain dan Ziarah
Masjid Quba saat malam hari (VIVA.co.id/Arinto Tri Wibowo )

VIVA.co.id – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua sudah mulai berdatangan ke Madinah sejak 22 September 2016. Total akan ada 67 ribu jemaah haji Indonesia yang memadati Kota Nabi itu.

Namun, puncak kepadatan jemaah haji Indonesia diperkirakan hingga 50 ribu orang selama di Madinah. Sebab, saat itu, beberapa kloter jemaah secara bertahap juga mulai dipulangkan ke Tanah Air.

Dalam pantauan tim Media Center Haji pada tiga hari terakhir hingga hari ini, kepadatan kota Madinah oleh jemaah haji pada masa gelombang kedua, belum seriuh gelombang pertama. Tidak hanya terhadap jemaah haji Indonesia, juga jemaah dari berbagai penjuru dunia.

Saat mengunjungi Masjid Quba pada Sabtu 24 September 2016, misalnya, hampir tidak ada satu pun jemaah haji Indonesia yang berkunjung. Mayoritas pengunjung didominasi jemaah haji dari India, Bangladesh, Turki, dan sebagian negara Afrika.

Padahal, saat hari Sabtu, jemaah yang menjalankan salat sunah dua rakaat di Masjid Quba, pahalanya akan setara ibadah umrah. Hampir tidak adanya pengunjung jemaah Indonesia saat itu, bisa jadi karena mereka lebih mengejar ibadah arbain di Masjid Nabawi.

Sebab, saat tim Media Center Haji berkunjung ke Masjid Quba, waktu sudah mendekati salat Zuhur. Apalagi, jarak antara Masjid Quba ke Masjid Nabawi sekitar 5 kilometer.

Pun, saat berkunjung ke kebun kurma Al Barokah. Ketika tiba di kebun kurma, pada Senin 26 September 2016, waktu memang sudah menunjukkan pukul 10.00 waktu Arab Saudi. Menurut keterangan petugas di kebun kurma itu, jemaah haji Indonesia biasanya datang pada pagi hari.

Saat tiba di pelataran depan kebun kurma itu, hampir tidak ada pengunjung. Tidak hanya jemaah haji Indonesia, tapi juga dari negara lain.

Bergerak ke Masjid Tujuh, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Masjid Nabawi, juga hampir tidak dijumpai jemaah haji Indonesia. Pengunjung didominasi jemaah dari negara lain.

Dinamai Masjid Tujuh, karena kelompok masjid yang terletak di kaki bukit Sala’, sebelah barat laut Masjid Nabawi itu jumlahnya ada tujuh.

Minimnya jemaah haji Indonesia yang berziarah di kota Madinah saat itu, kemungkinan karena dua faktor. Pertama, jemaah haji biasa berziarah pada pagi hari karena ingin mengejar arbain, kedua karena kedatangan jemaah haji belum mencapai puncaknya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP