TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Perlakuan Sama Jemaah Pulang dari Madinah, Koper Ditimbang

Berat maksimal koper 32 kilogram dan tidak boleh membawa air zamzam.
Perlakuan Sama Jemaah Pulang dari Madinah, Koper Ditimbang
Penimbangan barang bawaan jemaah haji Indonesia. (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Petugas Daerah Kerja Madinah menerapkan aturan sama terkait barang bawaan jemaah haji jelang kepulangan ke Tanah Air. Dua hari sebelum keberangkatan jemaah ke Indonesia, koper jemaah haji akan ditimbang di masing-masing hotel.

Sesuai ketentuan, untuk koper besar, berat maksimal 32 kilogram (kg), tas tentengan maksimal tujuh kg, dan tidak diperkenankan membawa air zamzam dalam koper.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Nasrullah Jasam, mengatakan, tidak ada perbedaan perlakuan pada jemaah gelombang pertama maupun kedua. "Barang bawaan (koper) akan ditimbang dua hari sebelum jemaah pulang ke Tanah Air," kata Nasrullah di ruang kerjanya, Madinah, belum lama ini.

Nasrullah mengatakan, jemaah diharapkan mematuhi semua aturan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi maupun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Selain terkait berat bawaan maksimal, juga larangan untuk membawa air zamzam yang dikemas dalam bentuk apa pun.

Selain itu, Nasrullah mengingatkan, pada saat proses kepulangan nanti, jemaah diharapkan sudah mempersiapkan sesuai jadwal penerbangannya. Karena, untuk kepulangan ke Indonesia, sudah tersusun jadwal penerbangan masing-masing kloter.

Sesuai data Seksi Kedatangan dan Pemulangan Daker Madinah, jemaah haji akan mulai dipulangkan mulai 30 September 2016. Penerbangan pertama akan terjadwal pada 1 Oktober 2016 dini hari.

Jemaah haji yang dijadwalkan diberangkatkan pertama kali dari Bandara Madinah berasal dari Kloter 35 Embarkasi Surabaya (SUB 35).   

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Abdul Djamil, mengatakan, pengecekan dan penimbangan bagasi jemaah diperlukan agar ketika check in di bandara tidak ada kendala. "Jangan sampai ada air zamzam dalam koper," kata Djamil.

Sebab, Djamil melanjutkan, jika barang bawaan jemaah kelebihan berat, dapat membahayakan penerbangan. Selain itu, bila jemaah terdeteksi membawa air zamzam, koper akan dibongkar di bandara. Kondisi itu akan membuat prosesi check in menjadi lama, sehingga jemaah yang dirugikan.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP