TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Pintu Ka'bah dan Adab Memasukinya

Terbuat dari emas seberat 280 kilogram.
Pintu Ka'bah dan Adab Memasukinya
Jemaah haji memutari Ka'bah saat bertawaf. (REUTERS/Ahmed Jadallah)

VIVA.co.id –  Pintu Ka'bah sebenarnya terdiri dari dua buah daun pintu, namun yang selalu digunakan untuk ke luar masuk Ka'bah hanya satu, yakni pintu yang bersisian dengan rukun Hajar Aswad.

Pintu Ka'bah terbuat dari bahan emas murni 99 karat, dengan berat keseluruhannya 280 kilogram. Tahun 1399 Hijriyah, pintu itu dihargai SAR 14.420.000. Letak pintu dari lantai tawaf sekitar 2,25 meter. Daun pintu Ka'bah memiliki panjang sekitar 3,06 meter dengan lebar 1,68 meter.

Untuk mencapai pintu Ka'bah harus menggunakan tangga seperti tangga mimbar yang terbuat dari kayu berlapis perak. Tangga ini merupakan hadiah dari seorang penguasa India. Sehari-hari tangga ini tidak diletakkan di sana, kecuali jika pintu akan dibuka untuk pengunjung dan pada perhelatan besar, tidak lebih dari 15 kali setahun.

Dalam perjalanan sejarah pintu Ka'bah telah berubah-ubah, baik bentuk, sendi, dan bahan bakunya. Pintu Ka'bah yang saat ini terpasang merupakan hadiah Khalid bin Abdul Aziz, salah satu Raja Saudi Arabia.

Sebagian ulama memfatwakan sunnah masuk ke dalam Ka'bah karena Rasulullah SAW sewaktu menaklukkan Mekah masuk ke dalam Ka'bah dan bersabda, "Siapa yang masuk ke Baitullah, maka ia masuk ke dalam kebaikan, ke luar dari kejahatan dan ia mendapat ampunan." (HR Ath-Thabrani dari Ibnu Hajar)

Diriwayatkan ketika masuk ke dalam Ka'bah, Rasulullah SAW menjaga adab dengan bertakbir tasbih, tahlil, tahmid, berdoa dan beristigfar.

Saat ini tentu saja hampir tidak mungkin seluruh jemaah haji biasa bisa memasuki Ka'bah yang pintunya selalu terkunci. Namun Nabi Muhammad SAW telah memberi contoh ketika suatu hari sang istri, Aisyah ra, ingin masuk ke dalam Ka'bah. Saat itu Rasulullah menyuruhnya salat di Hijir Ismail, sebagaimana sabdanya, "Jika engkau ingin memasuki Ka'bah, masuklah ke Hijir Ismail karena ia merupakan bagian dari Baitullah."

Untuk memudahkan umat muslim memasuki Ka'bah dan menghindarkan mereka dari berbagai akibat negatif, maka memasuki Hijir Ismail yang berada di bagian utara Ka'bah sama dengan berada di dalam Ka'bah karena dahulu Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka'bah.

(Sumber: Sejarah Ka’bah, Kisah Rumah Suci yang Tak Lapuk Dimakan Zaman dan Buku Pintar Haji dan Umrah)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP