TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Kisah Unik Jemaah Haji, Alangkah Nikmatnya Hidangan Itu

Saat berhaji kerap ada pengalaman-pengalaman unik yang menimpa jemaah.
Kisah Unik Jemaah Haji, Alangkah Nikmatnya Hidangan Itu
Nasi kebuli khas Arab (Ilustrasi) (http://baltyra.com)

VIVA.co.id –  Kejadian unik, bahkan di luar nalar, seringkali terjadi pada jemaah-jemaah yang melaksanakan rukun Islam kelima, berhaji. Kejadian ini kerap dijadikan pelajaran.

Encep Syarief Nurdin dan Engkos Kosasih menghimpun pengalaman haji para jemaah dalam sebuah buku berjudul 100 Keajaiban di Tanah Suci: Pengalaman Unik Jamaah Haji. Buku ini diterbitkan sejak 1996 lalu.

Salah satu kisah yang dihimpun adalah pengalaman berhaji Prof Dr H Yus Rusyana, seorang guru besar dan sastrawan.

Yus bercerita ia berhaji pada tahun 1992 bersama istri dan anak sulungnya. Dalam perjalanan dari Mekah ke Madinah, ia memakai bus milik orang Turki, begitu pula sopir dan kondekturnya. Ia bersama istri dan anaknya duduk di belakang, padahal mesin bus itu terletak di belakang. Jadi ia merasakan panasnya mesin itu, walaupun oleh kondektur kursi di belakang sudah diberi tilam untuk mengurangi panas. Sepanjang perjalanan itu ia tidak dapat beristirahat. Orang-orang lain banyak yang tidur nyenyak. Sedangkan ia tidak dapat tidur. Dalam perjalanan sepanjang malam itu ia menikmati sinar bulan yang jatuh di atas padang pasir dan bukit-bukit batu.

Kira-kira di pertengahan perjalanan antara Mekah dan Madinah itu, rombongan berhenti untuk makan dan keperluan lain. Di tengah padang pasir ini terdapat sebuah restoran yang jauh ke mana-mana. Sebelum turun dari bus, ia berkata. "Ya Allah, di bus ini saya kebagian tempat yang panas. Karena itu, di restoran ini saya mau dimanjakan. Saya mau diberi kenikmatan." Ia lalu turun.

Yus pun masuk ke restoran dan duduk di sebuah bangku panjang yang tinggi. Sang istri duduk di sampingnya. Anak sulungnya cepat-cepat antre mengambil makanan. Rupanya ia ingin membawakan makanan untuk kedua orangtuanya. Tetapi pada waktu sang anak menyampaikan makanan, ia keheranan, sebab Yus sudah duduk menghadapi hidangan.

Rupanya saat baru saja duduk, ada seseorang yang tiba-tiba saja datang membawa makanan. "Ini, Bapaklah yang paling dulu harus makan," kata orang itu, dan langsung menyerahkan kotak makanan ke Yus. Yus pun tak lupa mengucapkan terima kasih, lalu makan. Ia merasakan kenikmatan yang luar biasa. Nasi yang berminyak dan ayam goreng yang dihidangkan habis tak tersisa. Sementara yang lain tidak bernafsu makan, sehingga kemudian makanan itu tidak habis dan terbuang.

Yus lalu menyemangati istrinya agar terus makan. Begitu pula pada seorang dokter wanita yang dianjurkannya agar makan. "Dokter ayo makan," kata Yus menirukan perkataan dokter kepada pasiennya. Tetapi dokter itu pun tidak dapat dibujuk. Yus mengakui jika berada di Indonesia ia mungkin tidak tahan dengan makanan itu. Butir-butir nasinya besar-besar, mengkilat dan berminyak. Begitu pula dengan daging ayamnya yang besar yang digoreng dengan aroma asing, tidak bakalan menarik selera. Tetapi saat itu ia makan dengan sangat nikmatnya, sehingga seluruh hidangan licin tandas.

Sang istri sampai berkata, "Mungkin Kanda turunan Arab, kok senang sekali dengan masakan Arab." "Mungkin," Yus bersoloroh, seraya menjelaskan kepada istrinya bahwa sebelum turun dari bus ia berdoa kepada Allah SWT agar diberi kenikmatan makan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP