TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Ribuan Keluarga di Bantul Terancam Bencana Longsor

Mereka berada di zona merah.
Ribuan Keluarga di Bantul Terancam Bencana Longsor
Ilustrasi longsor (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang telah mengguyur Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada Minggu, 25 September 2016, berpotensi menciptakan bencana tanah longsor. Terutama karena kawasan ini dikelilingi perbukitan seribu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul Dwi Daryanto mengatakan, ada dua ribu Kepala Keluarga yang berada pada zona merah, atau rawan longsor, bila intensitas hujan tinggi dan berlangsung lama.

"Dua ribu KK tersebut tersebar di 15 pedesaan dan di enam kecamatan, yakni Piyungan, Pleret, Dlingo, Imogiri, Pundong dan Pajangan," katanya di Bantul, Senin, 26 September 2016.
 
Selain rumah warga, akses jalan yang berada di daerah perbukitan juga rawan terdampak longsor. 

Hal ini terlihat di jalur Imogiri-Dlingo, di mana bebatuan tebing yang ada di atas jalan setelah Jembatan Kaliurang, kadang kala jatuh di musim kemarau. Untuk menangani hal itu, BPBD telah memasang rambu informasi rawan longsor di jalur yang masuk zona merah.

“Untuk antisipasi bagi pengguna jalan yang melintas, kita pasang rambu rawan longsor di titik-titik rawan,” ungkapnya.
 
Saat disinggung mengenai relokasi warga yang rumahnya berada di zona rawan longsor, menurutnya, tindakan itu menjadi langkah terakhir yang akan ditempuh. Paling utama, masyarakat di daerah rawan bencana harus meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengenali risiko bencana di daerahnya termasuk langkah dalam mengantisipasi.

“Di tiap daerah kini juga telah terbentuk forum pengurangan risiko bencana,” ucapnya.
 
Terkait masalah relokasi bagi warga yang berada di zona rawan longsor, Kepala BPBD Bantul Ryantono sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa upaya relokasi beberapa kali sudah dilakukan.

Dia menyebutkan relokasi itu dilakukan terhadap warga Wonolelo, Pleret, dan Pundong pada 2011, serta warga Giriloyo, Wukirsari, dan Imogiri di 2015.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP