TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Penangkapan Jemaah Bantu Cium Hajar Aswad Jadi Pelajaran

Kini, dua jemaah haji Indonesia yang ditangkap sudah dibebaskan.
Penangkapan Jemaah Bantu Cium Hajar Aswad Jadi Pelajaran
Suasana di sekitar Kakbah. (VIVA.co.id / Arinto Tri Wibowo)

VIVA.co.id – Menjalankan rukun Islam kelima, yakni pergi haji bagi yang mampu, memang akan membawa kebahagiaan tersendiri. Masa tunggu yang lama tentu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi jemaah haji.

Seluruh rangkaian ibadah haji akan dilakukan dengan khusyu. Termasuk beberapa ibadah sunah. Tak terkecuali keinginan untuk mencium hajar aswad.

Meskipun, untuk dapat mencium hajar aswad, butuh perjuangan ekstra dan jemaah saling berdesakan. Apalagi, mencium hajar aswad juga bukan kewajiban saat menunaikan ibadah haji.

Pada musim haji tahun ini, ada peristiwa yang bisa menjadi pelajaran bagi jemaah haji Indonesia. Dua jemaah haji Indonesia sempat ditangkap petugas keamanan Masjidil Haram, karena awalnya diduga sebagai joki untuk mencium hajar aswad.

Peristiwa itu terjadi pada 19 September 2016. Malam itu, sekitar pukul 22.00 waktu Arab Saudi, dua jemaah haji Indonesia, yang tergabung dalam Kloter 11 Embarkasi Makassar, bersama rombongan jemaah perempuan pergi ke Masjidil Haram bermaksud mencium hajar aswad.  

Seorang jemaah berupaya untuk membantu keluarganya yang berusia lanjut agar bisa mencium hajar aswad. Pada putaran pertama, sebagian jemaah berhasil dibantunya mencium hajar aswad.

Namun, saat ingin membantu jemaah lainnya, upaya kedua jemaah itu langsung diadang dan ditangkap petugas keamanan. Mereka dituding sebagai joki untuk mencium hajar aswad.

Padahal, saat itu, menurut Kepala Seksi Perlindungan Jemaah, Daker Mekah, Wagirun, jemaah itu hanya bermaksud membantu. Tidak ada imbalan dalam bentuk apa pun, termasuk uang.

Setelah kejadian itu, keluarga dan istri kedua jemaah itu kembali ke hotel. Peristiwa itu kemudian dilaporkan keesokan harinya pukul 08.45 waktu Saudi ke Seksi Perlindungan Jemaah di sektornya.

Koordinasi pun dilakukan dengan Daker Mekah. Upaya pembebasan pun segera dilakukan. Tim Perlindungan Jemaah mendatangi markas keamanan Masjidil Haram. Namun, kedua jemaah sudah dibawa ke Shumaisi, semacam rumah penampungan.

Setelah melalui koordinasi tim Daker Mekah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muassasah, dan Maktab, kedua jemaah itu bisa dibebaskan. Advokasi yang dilakukan dengan didampingi wakil menteri haji dan kontak langsung dengan menteri haji berhasil membebaskan kedua jemaah itu.

Ketua PPIH Arab Saudi, Ahmad Dumyathi Bashori, mengatakan, peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bagi jemaah haji lainnya. Semua pihak berharap, peristiwa ini harus disosialisasikan kepada jemaah agar tidak melakukan aksi serupa.

"Jangan memaksakan diri mencium hajar aswad yang dapat berakhir seperti itu (ditangkap," kata Dumyathi, Sabtu 24 September 2016 waktu Saudi.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP