TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Kisah di Balik Nama Masjid Jum'ah

Di masjid ini, Rasulullah pertama kali salat Jumat berjamaah.
Kisah di Balik Nama Masjid Jum'ah
Masjid Jum'ah di Madinah (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Berjarak sekitar enam kilometer dari Masjid Nabawi, sebuah bangunan masjid terlihat mencolok di kawasan Al Jomah, Madinah. Persis di sudut perempatan jalan, masjid itu didominasi warna putih.

Dengan pelataran parkir di sisi jalan, masjid cukup mudah dijangkau. Satu menara menjulang tinggi dengan satu kubah utama yang diapit empat kubah kecil menjadi cirinya.

Sabtu 24 September 2016 pukul 10.22 waktu Arab Saudi, atau 14.22 WIB, tim Media Center Haji berkesempatan mengunjungi masjid yang dikenal dengan nama Masjid Jum'ah itu.

Terletak di barat daya Madinah, Masjid Jum'ah juga dekat dengan Masjid Quba'. Hanya berjarak sekitar 500 meter ke arah utara Masjid Quba'.

Dalam sejarahnya, saat perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah, pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun 1 Hijriah, Rasulullah SAW bersama para Muhajirin singgah di Quba' selama empat hari.

Pada Jumat pagi, Rasulullah dan pengikutnya melanjutkan perjalanan ke Madinah, dan berhenti di wilayah Wadi Ranuna'. Di wilayah ini, Rasulullah dan rombongan kemudian menunaikan salat Jumat berjamaah untuk pertama kalinya.

Khutbah yang disampaikan Rasulullah adalah juga merupakan khutbah Jumat yang pertama kali. Karena itu, wilayah tersebut kini dinamakan Al Jomah.

Namun, saat tim Media Center Haji ingin memasuki masjid dan melihat bagian interiornya, pintu masjid terkunci. Lantai masjid bagian luar juga berdebu, seperti jarang digunakan.

Belum bisa dikonfirmasi, apakah masjid ini hanya ramai saat salat Jumat, atau memang saat itu sedang tidak digunakan. Beberapa jemaah dari negara lain, juga terlihat mengunjungi masjid ini, dan menemukan pintu terkunci. Hanya terlihat satu petugas kebersihan di sekitar pelataran parkir masjid.

Dilihat dari bentuk bangunan, Masjid Jum'ah tidak banyak memiliki ornamen di bagian eksteriornya. Namun, ciri umum masjid yang biasa ada di Madinah maupun Arab Saudi, cukup kentara, yakni menara dan kubah.

Berbeda dengan Masjid Quba' dengan empat menara, Masjid Jum'ah hanya memiliki satu menara yang bentuknya cenderung runcing di atasnya. Sepintas mirip ujung sebuah pensil.

Melingkari kubah besar, beberapa pasang jendela tampak tertata rapi. Dengan arsitektur yang masih menonjolkan bentuk-bentuk lengkungan di bagian atasnya.

Di atas jendela terdapat semacam garis pembatas ke puncak kubah yang melingkar dengan ornamen lengkung berwarna abu-abu. Ornamen ini seakan menjadi aksen pemanis bentuk kubah yang tidak terlalu melengkung tinggi.   

Dari beberapa literatur disebutkan, masjid ini pertama kali dibangun dari batu dan hancur beberapa kali. Masjid pun mengalami beberapa kali renovasi.

Renovasi kedua sempat dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz pada masa Kekhalifahan Abbasiyah antara tahun 155-159 Hijriah. Pada akhir abad ke-9 Hijriah, direnovasi kembali oleh Syamsuddin Qawan.

Selanjutnya, renovasi pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah dipimpin oleh Sultan Bayazid. Renovasi berikutnya dilakukan oleh Sayyid Hasan Asy-Syarbatli pada pertengahan abad ke-14 Hijriah.

Sebelum renovasi, Masjid Jum'ah terakhir memiliki panjang delapan meter, lebar 4,5 meter, tinggi 5,5 meter, dan satu kubah yang terbuat dari bata merah. Di sebelah timur terdapat halaman dengan panjang 8 meter dan lebar 6 meter.

Sementara itu, renovasi pada 1409 Hijriah oleh Kementerian Wakaf Arab Saudi, dengan menghancurkan bangunan lama, dan membuat bangunan baru. Termasuk di antaranya tempat tinggal untuk imam, muadzin, perpustakaan, Madrasah Tahfidz Al-Quran, ruang salat untuk perempuan dan kamar mandi.

Pada tahun 1412 Hijriah, Masjid Jum'ah dibuka untuk umum dengan kapasitas 650 jemaah. Saat musim haji, masjid ini memang tidak seramai dikunjungi layaknya Masjid Quba’.

Namun, untuk menambah wawasan sejarah Islam dan masa hijrah Rasulullah, jika ada kesempatan, masjid ini bisa menjadi salah satu destinasi.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP