TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Cerita Jemaah Haji soal Layanan di Madinah dan Mekah

"Jemaah kami puas, yang awalnya kurang sehat jadi sehat".
Cerita Jemaah Haji soal Layanan di Madinah dan Mekah
Salah satu kamar hotel untuk jemaah di Madinah (Arinto)

VIVA.co.id – Saat ini, jemaah haji Indonesia tengah memasuki dua fase yang berjalan bersamaan. Jemaah haji gelombang pertama dalam proses kepulangan dari Mekah ke Tanah Air melalui bandara Jeddah.

Sementara itu, jemaah gelombang kedua secara bertahap diberangkatkan dari Mekah menuju Madinah. Pergerakan jemaah untuk melaksanakan arbain di Masjid Nabawi, Madinah ini sudah dimulai sejak Kamis 22 September 2016.

Fase ini berlangsung, setelah seluruh rangkaian ibadah haji diselesaikan. Jemaah sudah melaksanakan puncak haji dengan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga melempar jumrah.

Selama proses itu, jemaah haji Indonesia mendapat pelayanan pemondokan, katering, transportasi, hingga kesehatan. Layanan itu, baik selama di Madinah maupun Mekah.

Abdul Haris, salah seorang ketua regu yang tergabung dalam Kloter 01 Embarkasi Kualanamu-Medan (MES 01), menceritakan pengalaman selama mendapat layanan pemondokan hingga katering. Keluhan yang sempat diungkapkan jemaah haji tahun sebelumnya, tahun ini tidak dirasakannya.

"Untuk hotel dan katering misalnya, luar biasa pelayanannya. Apa yang sempat kami sangka (bakal ada keluhan) tidak kami jumpai tahun ini," kata Haris, jelang kepulangan ke Tanah Air, beberapa waktu lalu di Mekah.  

Untuk itu, Haris berharap, pelayanan ini dapat dipertahankan. Bahkan, dapat ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya.

Untuk jemaah dalam rombongan MES 01, dia melanjutkan, secara umum menyatakan kepuasannya. Jemaahnya juga tidak ada yang kesasar, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lancar.

Haris juga menambahkan, meski banyak jemaah yang berusia lanjut, mereka rata-rata merasa senang. Kondisi ini setidaknya karena mendapat layanan yang baik.

"Jemaah yang awalnya kurang sehat, malah jadi sehat. Petugas-petugas sangat ramah," tuturnya.

Para jemaah pun, Haris melanjutkan, mematuhi semua aturan yang sudah ditetapkan Kementerian Agama maupun Kementerian Haji Arab Saudi. Termasuk larangan untuk membawa air zamzam dalam koper.

Kepatuhan terhadap aturan ini yang berpengaruh pada kelancaran ibadah haji, sehingga jemaah merasa senang dan puas. "Kami berharap, semua ini bisa terus dipertahankan dan makin ditingkatkan ke depannya," kata dia. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP