NASIONAL

Ledakan di Marriott dan Ritz Carlton

Prabowo:Pelaku Jaringan Teroris Internasional

"Pola hampir sama, yakni menggunakan bom bunuh diri dari manusia."

ddd
Jum'at, 17 Juli 2009, 20:05
Foto ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009, kiriman saksi mata
Foto ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009, kiriman saksi mata  

VIVAnews - Teror mengancam Jakarta hari ini, Jumat 17 Juli 2009. Ledakan terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, sekitar pukul 07.40, pagi tadi. Menurut calon wakil presiden, Prabowo Subianto menduga pelaku merupakan bagian dari jaringan internasional.

"Kalau saya lihat dari indikasi-indikasi dan tayangan televisi, dari segi modus, motivasi dan sasaran sangat besar kemungkinan hal ini merupakan bagian dari jaringan teroris internasional," kata dia di  di Markas Tim Kampanye Megawati-Prabowo di Jalan Cik Di Tiro, Jakarta, Jumat malam.

Kata Prabowo, pola bom yang terjadi hari ini hampir sama dengan pemboman yang pernah terjadi di Indonesia. "Dulu ada bom Bali, bom Marriot 2003, bom di Kedubes Australia yang mempunyai pola hampir sama dengan pemboman kali ini, yakni menggunakan bom bunuh diri dari manusia," tambah dia.

Meski demikian, Prabowo mengatakan kepastian soal siapa pelaku pemboman akan diungkap lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan bom yang meledak tadi pagi identik dengan bom yang ditemukan di Cilacap  pada 14 Juli 2009 lalu. "Bom Cilacap identik dengan bom ini," kata Kapolri.

Sebelumnya, Detasemen Khusus Antiteror 88 pada 14 Juli lalu menemukan alat-alat membuat bom rakitan dalam sebuah jerigen, yang ditanam di halaman rumah Baridin alias Bahrudin Latif, pimpinan Pondok Pesantren Al-Muaddib Desa Pesuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah.

Baridin merupakan salah satu incaran polisi. Sebelumnya, Densus 88 menangkap beberapa orang yang diduga terkait kasus terorisme di Jawa Tengah dan Lampung, salah satunya Saefudin Zuhri, yang menurut informasi terkait jaringan teroris Noordin M Top dan berperan sebagai penyuplai senjata.

Baridin sendiri diduga merupakan mertua dari buron teroris nomor satu di Asia Tenggara, Noordin M Top.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru