NASIONAL

Provinsi Gorontalo

Profil Prov Gorontalo mencakup data penduduk, sumber daya alam, dan ekonomi makro

ddd
Kamis, 6 November 2008, 09:51

Alamat: Jl. Sapta Marga Gorontalo
Telepon: 0435-821277
Fax: 0435-828281
Email: -
Website: www.gorontaloprov.go.id

Provinsi Gorontalo berbatasan dengan Laut Sulawesi di sebelah utara, Provinsi Sulawesi Utara di sebelah timur, Provinsi Sulawesi Tengah di sebelah barat dan Teluk Tomini di sebelah selatan. Luas wilayah adalah 12.215,44 km2 dengan ibukota terletak di Kota Gorontalo. Gubernur Gorontalo saat ini adalah Ir. H. Fadel Muhammad (2006-2011).

Jumlah penduduk sebesar 972 ribu jiwa (Oktober 2008) dengan tingkat kepadatan penduduk 80 kilometer persegi (2008). Jumlah penduduk usia kerja (Agustus 2008) sebanyak 688 ribu jiwa.  Dari jumlah tersebut, jumlah angkatan kerja sebanyak 429 ribu jiwa dengan jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 405 ribu jiwa. Jumlah pengangguran sebanyak 24 ribu jiwa. Jumlah angkatan kerja sebanyak 258 ribu jiwa, sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebanyak 62,40 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebanyak 5,65 persen.

Jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 sebanyak 242 ribu ribu jiwa (27,35 persen) dimana 87,31 persen berada di pedesaan. Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2009 sebesar Rp 675.000. Jumlah penerima BLT (2005) menurut kategori sangat miskin sebanyak 42 ribu jiwa,  miskin  sebanyak 38 ribu jiwa, dan mendekati miskin sebanyak 24 ribu jiwa. Index Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Gorontalo sampai tahun 2007 adalah sebesar 68,98.

SUMBER DAYA ALAM

Pertanian, Perkebunan dan Perikanan
Luas areal produksi padi di Provinsi Gorontalo adalah 45 ribu ha dengan jumlah produksi sebanyak 197.600,94 ton. Luas areal palawija sebesar 118 ribu ha dengan hasil produksi 430 ribu ton. Luas areal perkebunan memiliki luas 180 ribu ha, dan yang sudah dimanfaatkan seluas 84 ribu ha untuk pengembangan kelapa, kakao, jambu mete, kopi, cassiavera, pala, vanili, aren, cengkeh, lada, tebu dan kemiri.

Potensi sektor perikanan mencapai 1,23 juta ton, namun dengan produksi sebesar 37 ribu ton/tahun, sektor budidaya laut dengan potensi mencapai 25 ribu ton dapat menghasilkan produksi sebesar 6 ribu ton/tahun, sektor budidaya air payau dengan jumlah potensi mencapai 60 ribu ton dapat menghasilkan produksi sebesar 2 ribu ton/tahun dan budidaya air tawar dengan potensi mencapai 929 ribu ton/tahun. Selain ikan, potensi unggulan lainnya adalah budi daya rumput laut dengan pemanfaatan lahan 850 ha dengan produksi per tahun 5 ribu ton/ha.

Kehutanan

Provinsi Gorontalo mempunyai luas kawasan hutan sebesar 826.378,12 Ha yang terdiri dari hutan lindung, hutan suaka alam (HSA) dan kawasan pelestarian alam (KPA), hutan produksi terbatas (HPT), hutan produksi tetap (HP) dan  hutan produksi konservasi (HPK). Potensi hasil kayu 77,19 m3/ha dan potensi hasil rotan adalah 0,92 ton/ha. Dari keseluruhan luas hutan, hasil kayu yang dicapai sebesar 14,80 juta m³.

Pertambangan
Potensi pertambangan adalah emas, tembaga, granit, batu gamping dan lain-lain.

Tabel 1
Potensi Pertambangan dan Lokasinya

No

Komoditi

Lokasi

Sumber Daya (Ton)

1

Andesit

Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Bone Bolango

2,51 miliar

2

Granit

Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato

5,07 miliar

3

Batu Gamping

Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Bone Bolango

35,10 miliar

4

Sirtu

Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Bone Bolango

473,92 juta

5

Lempung

Kabupaten Gorontalo

750 juta

6

Toseki

Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato

31,9 juta

7

Dasit

Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Bone Bolango

2,03 miliar

8

Felspar

Kabupaten Gorontalo

2,5 juta

9

Basal

Kabupaten Bone Bolango

2,38 miliar

10

Emas

Motomboto, Tombulilato, Tapadaa, G.Pani/Marisa

0,5 juta

11

Tembaga

Motomboto, Tombulilato, Tapadaa

3,3 juta

KONDISI EKONOMI TRIWULAN III-2009

Pada triwulan II-2009, perekonomian diperkirakan melambat 7,10% (yoy) dibandingkan triwulan II-2008 sebesar 7,26% (yoy), yang disebabkan oleh melemahnya kinerja ekspor dan investasi. Sementara konsumsi swasta dan pemerintah menunjukkan perkembangan yang positif.  Selain itu, perlambatan didorong menurunnya kinerja sektor utama di Gorontalo yakni pertanian; perdagangan, hotel, restoran; sektor bangunan, sementara kinerja sektor angkutan meningkat terkait dengan masa liburan sekolah.

Inflasi  triwulan II-2009 sebesar 7,22% (yoy) lebih rendah dibandingkan triwulan II-2008 sebesar 8,54% (yoy). Secara triwulanan, inflasi triwulan II-2009 menurun sebesar 0,59% (qtq) dibandingkan triwulan I-2009 2,33% (qtq). Penurunan ini sejalan dengan kecenderungan deflasi di tingkat nasional serta didukung oleh kecukupan pasokan barang kebutuhan pokok dan minimnya tekanan harga dari kelompok barang-barang yang diatur Pemerintah (administered price).

Realisasi belanja terhadap target APBD pemprov hampir sama dibandingkan triwulan III-2008. Peningkatan terjadi disisi realisasi belanja modal, sementara realisasi belanja pegawai dan belanja barang/jasa lebih rendah dibandingkan periode lalu. Disisi pengaruhnya terhadap uang beredar, realisasi fiskal pemerintah provinsi selama triwulan III-2009 cenderung bersifat kontraktif, hal ini tercermin dari surplus pendapatan sebesar Rp18 Miliar pada realisasi anggaran APBD sampai dengan 30 September 2009. Dengan pertimbangan perlambatan ekonomi daerah, Kebijakan ekspansif fiskal melalui percepatan realisasi anggaran belanja APBD dinilai lebih tepat untuk diterapkan saat ini dibanding kebijakan fiskal kontraktif. Ekspansi fiskal dari pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong kinerja sektor riil di daerah untuk lebih berkembang.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com