NASIONAL

Rudal Meluncur ke Negara Lain, Berarti Perang

Persenjataan Indonesia sempat morat-marit karena embargo. Berapa rudal yang dimiliki RI?
Jum'at, 3 Juli 2009
Oleh : Elin Yunita Kristanti

VIVAnews - Peluncuran roket RX-420 di Garut, Jawa Barat, Kamis 2 Juli 2009 punya arti penting, tak hanya untuk kepentingan ilmiah, tapi juga kemajuan militer Indonesia.  Juru Bicara TNI, Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan sebagai negara berdaulat Indonesia harus memiliki rudal.

"Memiliki rudal bukan untuk perang, tapi dengan rudal kita jadi  memiliki daya tangkal," kata Sagom ketika dihubungi VIVAnews, Kamis 2 Juli 2009.

Bagaimanapun, kata dia, rudal adalah bagian dari peralatan yang sangat dibutuhkan. "Kita tak berharap [rudal] digunakan. Kalau diluncurkan ke negara lain itu berarti perang. Bagi bangsa kita, itu jalan terakhir," tambah Sagom.

Tak diketahui pasti berapa kekuatan rudal yang dimiliki Indonesia. Sebelumnya, Sagom mengakui TNI sudah menggunakan rudal-rudal produksi dalam negeri.

Penelusuran VIVAnews, pada tahun 2007, TNI pernah melakukan uji coba tujuh jenis rudal di Selat Sunda, Banten.

Rudal Exocet MM-38, Seacat, Mistral, Strela, AL-I, RBU dan Torpedo Sut serta satu bom laut dipastikan ada dalam daftar persenjataan TNI. Rudal Exocet, buatan Perancis, diketahui sebagai salah satu senjata strategis yang dimiliki TNI AL dengan berat 700 kg untuk satu unit dan panjang empat meter.

Selain itu, ada juga lagi rudal Harpoon yang digunakan TNI Angkatan Laut.

Pada 14 Juni 2008, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno mengaku TNI Angkatan Laut telah memiliki rudal buatan China C-802.

Persenjataan milik Indonesia sempat morat-marit karena embargo persenjataan Amerika Serikat yang diberlakukan pasca tragedi Santa Cruz, Timor Leste tahun 1992.

Departemen Pertahanan lantas mengalihkan ketergantungan asing ke dalam negeri. Bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), keduanya sedang mengembangkan roket kaliber 70 milimeter sebagai roket militer yang dilengkapi hulu ledak.

Departemen juga bekerjasama dengan PT Pindad, pabrik senjata dalam negeri, melakukan penelitian hulu ledak kaliber 122 milimeter. Roket yang sedang dikembangkan adalah roket dari tanah ke tanah (ground to ground) maupun dari udara ke tanah (air to ground). Departemen juga  melakukan penelitian tentang penguatan materi energi yang bersifat eksplosif dan protelan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengakui uji coba Roket RX-420 dalam rangka membuat senjata alternatif, yakni rudal berpangkal di darat.

Juwono mengatakan Departemen Pertahanan sedang menghitung apakah senjata rudal yang berpangkal didarat itu lebih mahal dari pembelian kapal dan pesawat. "Sedang dipertimbangkan dari anggarannya. Apakah perlu rudal itu cukup sebagai penangkal, atau masih perlu kapal laut dan udara. Anggarannya dari Dephan," ujar Juwono di Universitas Paramadina Mulya, Jakarta, Kamis 2 Juli 2009.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found