NASIONAL

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Profil Prov NTT mencakup data penduduk, sumber daya alam, dan ekonomi makro

ddd
Selasa, 4 November 2008, 11:48

Alamat: Jl. Raya El Tari No. 52 Kupang
Telepon: (0380) 824843
Fax: (0380) 830814
Email: kpde@nttprov.go.id
Website: www.nttprov.go.id

Provinsi Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan Laut Flores di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah selatan, Negara Timor Leste di sebelah timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat di sebelah barat. Provinsi ini memiliki luas wilayah daratan 47,35 ribu km2 dan luas wilayah perairan sekitar 200.000 km2 diluar perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Ibukota provinsi terletak di Kota Kupang.

Jumlah penduduk sebesar 4,53 juta jiwa (Oktober 2008) dengan tingkat kepadatan penduduk 98 kilometer persegi (2008). Jumlah penduduk usia produktif sebanyak 3,04 juta jiwa (Agustus 2008), dengan jumlah angkatan kerja adalah 2,17 juta jiwa. Dari jumlah angkatan kerja tersebut, jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 2,08 juta jiwa dan pengangguran sebanyak 81 ribu jiwa. Jumlah penduduk yang bukan angkatan kerja sebanyak 878 ribu jiwa. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68,51 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,73 persen. Jumlah penduduk setengah pengangguran sebesar 943 ribu jiwa yang terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu setengah pengangguran terpaksa (366 ribu jiwa) dan setengah pengangguran sukarela (577 ribu jiwa).

Jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 sebanyak 1,16 juta jiwa (27,51 persen) dimana 89,27 persen berada di pedesaan. Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2009 sebesar Rp 725.000. Jumlah penerima BLT (2005) menurut kategori sangat miskin sebanyak 138 ribu jiwa,  miskin  sebanyak 298 ribu jiwa, dan mendekati miskin sebanyak 188 ribu jiwa.

SUMBER DAYA ALAM

Pertanian dan Perkebunan
Produksi pertanian adalah padi, jagung, kacang-kacangan, umbi-umbian, sayur-sayuran dan buah-buahan. Luas areal tanaman produktif meningkat sebesar 11,94 persen dan peningkatan produksi sebesar 9,97 persen.

Kehutanan
Luas areal hutan adalah 1,81 juta ha dengan hasil hutan adalah 87 ribu m3 kayu dan arang; dan 29,78 juta ton berupa hasil non kayu, kulit dan daun serta madu sebanyak 24 ribu liter.

Pertambangan
Potensi pertambangan berupa eksplorasi panas bumi di Flores, penambangan marmer di Timor dan penambangan biji besi di Sumba. Selain itu, terdapat komoditas yang bernilai rendah berupa batu karang, sirtu, batu pecah, batu gelondongan, batu warna dan batu kapur.

KONDISI EKONOMI MAKRO TRIWULAN IV-2008
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini sebesar Rp3,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 2,90 persen. Sektor yang berkontribusi terhadap PDRB adalah sektor pertanian (37,03 persen), sektor jasa-jasa (25,79 persen), serta sektor sektor perdagangan, hotel & restoran (16,73 persen).      

Nilai ekspor sebesar Rp969,68 miliar dengan negara tujuan ekpor terbesar adalah negara-negara di Asia (52,42 persen) dan Australia (43,84 persen). Sedangkan nilai impor sebesar Rp1,89 triliun dengan negara importir terbesar berasal dari Timor Leste sebesar 38,73 persen dan Cina sebesar 33,29 persen.

Inflasi tahunan Kota Kupang pada periode ini berada pada tingkat 10,90 persen. Inflasi bersumber dari komponen inflasi yang bersifat nonfundamental yaitu inflasi volatile food, yang terkait dengan peningkatan permintaan barang yang menyebabkan melambungnya tingkat harga. Secara triwulanan, inflasi Kota Kupang adalah 1,94 persen.
 
Sampai dengan akhir triwulan III-2008, realisasi pendapatan daerah sebesar Rp792,78 miliar (84,43 persen dari anggaran) dan realisasi belanja daerah sebesar Rp708,23 miliar (62,16 persen dari anggaran).

Realisasi pendapatan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp173,95 miliar (83,55 persen) dan Dana perimbangan Rp618,83 miliar (86,34 persen). Realisasi PAD  berasal dari pajak daerah Rp119,83 miliar (96,27 persen), retribusi daerah Rp14,04 miliar (43,90 persen), hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp12,71 miliar (87,64 persen) serta lain-lain Rp27,37 miliar (73,52 persen). Realisasi dana perimbangan terdiri dari bagi hasil pajak dan bukan pajak Rp40,63 miliar (70,58 persen), Dana Alokasi Umum (DAU) Rp565,22 miliar (91,67 persen) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp12,98 miliar (30,50 persen).

Realisasi belanja terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp430,77 miliar (75,11 persen) dan belanja langsung sebesar Rp277,45 miliar (49,03 persen). Realisasi belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai Rp190,42 miliar (68,31 persen), belanja hibah Rp104,82 miliar (97,32 persen), belanja bantuan sosial Rp53,67 miliar atau (99,71 persen), belanja bagi hasil kepada prov/kab/kota dan desa Rp47,65 miliar (72,62 persen), serta belanja bantuan keuangan kepada pemerintah prov/kab/kota dan desa Rp34,18 miliar (60,40 persen). Realisasi belanja langsung terdiri dari belanja pegawai/personalia Rp46 miliar (70,45 persen), belanja barang dan jasa Rp176,62 miliar (64,05 persen), serta belanja modal Rp54,84 miliar (24,39 persen).





© VIVA.co.id
BERITA TERKAIT
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id