NASIONAL

Provinsi DI Yogyakarta

Profil Prov DI Yogyakarta mencakup data penduduk, sumber daya alam, dan ekonomi makro

ddd
Senin, 27 Oktober 2008, 16:26

Alamat: Komp. Kepatihan Danurejan Yogjakarta 55213
Telepon: 0274-562811-145,373444
Fax: 0274-562811-145, 373444
Email:bid@pemda-diy.go.id
Website: www.jogjaprov.go.id

   
Provinsi D.I. Yogyakarta  berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah selatan, berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara, timur dan barat.

Jumlah penduduk sebanyak 3,5 juta jiwa (Oktober 2008) dengan kepadatan penduduk 1.107 kilometer persegi (2008). Jumlah penduduk usia produktif pada 2008 sebanyak 1,7 juta jiwa dengan angkatan kerja sebesar 860 ribu jiwa dan bukan angkatan kerja sebesar 475 ribu jiwa. Penduduk angkatan kerja meliputi penduduk yang bekerja 815 ribu jiwa dan pengangguran terbuka sebesar 44 ribu jiwa. Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 5,17 persen dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 64,41 persen.

Jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 sebesar 634 ribu jiwa (18,99 persen) dimana 47,1 persen berada di pedesaan. Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2009 sebesar Rp 700.000. Jumlah penerima BLT (2005) menurut kategori sangat miskin sebanyak 40 ribu jiwa,  miskin  sebanyak 131 ribu jiwa, dan mendekati miskin sebanyak 106 ribu jiwa. Indeks Pembangunan Manusia provinsi ini di tahun 2006 adalah sebesar 73,7, sementara angka indeks untuk Indonesia sebesar 70,1 pada tahun yang sama.

SUMBER DAYA ALAM

Pertanian, Perkebunan dan Perikanan
Luas lahan persawahan 49 ribu ha yang meliputi lahan sawah irigasi teknis dan non irigasi teknis. Sedangkan luas lahan palawija, hortikultura dan sayur-sayuran yang terdiri dari jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu seluas 241 ribu ha dan sisanya ditanami kacang hijau, ubi jalar, dan sayur-sayuran dengan hasil produksi sebanyak 1,21 juta ton. Luas lahan perkebunan kelapa mencapai 45 ribu ha, sedangkan komoditas yang dikembangkan lainnya adalah teh, kopi, tembakau, kakao,lada, kelapa, vanili, tebu. Produksi sektor perikanan sebesar 19 ribu ha dengan tingkat pemanfaatan 2 ribu ha yang terdiri dari perikanan tangkap, rambak, sawah tambak, kolam, dan mina padi.

Kehutanan
Luas kawasan hutan mencapai 75 ribu ha dengan perincian hutan negara 18 ribu ha, hutan rakyat 55 ribu ha. Sementara itu produksi kayu terdiri dari jati 112 ribu m3, mahoni 17 ribu m3, sono keling 9 ribu m3, akasia 3 ribu m3 dan rimba campur 3 ribu m3, maka kayu bulat yang dihasilkan mencapai 8,02 juta m3.

Pertambangan
Hasil tambang berupa 28 jenis bahan galian baik yang bahan galian golongan B maupu bahan galian golongan C yang didominasi oleh batu kapur putih. Batu kapur putih ini memiliki potensi yang cukup tinggi yaitu 622 ribu ton, andesit 45 ribu ton, bentonit/abu bumi 1.700 ton dan kaolin/feldstar 1.225 ton.


KONDISI EKONOMI MAKRO TRIWULAN III-2009

Perekonomian diperkirakan tumbuh sebesar 2,88% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II-2009 (2,37%) tetapi  relatif lebih rendah dibandingkan triwulan III-2008 (6,59%). Sumber pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi dan investasi. Pertumbuhan konsumsi dipengaruhi oleh daya beli yang membaik, yang antara lain diindikasikan oleh peningkatan NTP, pembayaran insentif THR, dan transfer dana dari luar kota menjelang perayaan hari raya Idul Fitri dan libur kenaikan kelas (Juli dan September). Sementara itu, konsumsi pemerintah pada triwulan laporan juga meningkat antara lain bersumber dari realisasi stimulus fiskal dan peningkatan belanja pemerintah.

Peningkatan investasi dipengaruhi oleh peningkatan belanja investasi swasta yang sejalan dengan peningkatan permintaan. Sedangkan investasi pemerintah meningkat sejalan dengan siklus peningkatan belanja pemerintah. Sementara itu, di sisi penawaran, searah dengan perkembangan di sisi permintaan, pendorong pertumbuhan ekonomi terutama terjadi pada Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran; Sektor Jasa-jasa; dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi.

Inflasi triwulan sebesar 0,77% (qtq) naik dari triwulan II-2009 (0,11%). Namun secara tahunan inflasi mengalami penurunan menjadi 3,22% (yoy), dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 4,50%. Inflasi pada triwulan  tersebut telah menurun dari puncaknya pada Oktober 2008 yang mencapai 10,77% (yoy). Penurunan inflasi tersebut antara lain disebabkan oleh terjaganya stok dan pasokan kebutuhan pokok, ekspektasi inflasi yang membaik, dan didukung oleh permintaan (konsumsi) masyarakat yang cenderung stabil.

Kinerja gabungan keuangan pemprov dan pemkab di wilayah DIY,  dari sisi penerimaan dan pengeluaran masing-masing terealisasi  sebesar 76,65% dan 59,08% dari anggaran yang ditetapkan. Dari sisi penerimaan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan mencapai di atas 75%. Sementara itu, belanja langsung dan tidak langsung baru mencapai sekitar 66% dan 46% dari yang dianggarkan.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com