NASIONAL

Nasdem: Pemerintah Aceh Jangan Tutupi Kasus Penembakan

Pengrusakan baliho sudah biasa. "Kalau sudah penembakan, itu gawat."

ddd
Sabtu, 22 Februari 2014, 00:08
Ketua Bapilu Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan
Ketua Bapilu Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem, Ferry Musidan Baldan, meminta Pemerintah Aceh untuk tidak menutup-nutupi teror yang dialami oleh kader Nasdem. Menurut Ferry, Pemerintah Aceh seharusnya bersikap terbuka kepada masyarakat.

"Ya nggak bisalah jika dikatakan tidak ada penembakan. Lha wong ada selongsong peluru kok," ujar Ferry saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat 21 Februari 2014.

Kata Ferry, keamanan tidak boleh dibangun dengan cara menutup-nutupi peristiwa kekerasan. Dia mengaku akan bersikap biasa jika gangguan terhadap partainya bersifat pengrusakan baliho, atau spanduk.

"Itu biasa saja nggak berlebihan. Kalau sudah penembakan, itu gawat," ucapnya.

Mantan anggota DPR RI dari Partai Golkar itu melanjutkan apabila kasus penembakan posko Nasdem itu tidak diungkap sampai sebelum Pemilu maka proses Pemilu di Aceh dalam kondisi yang tidak aman. Sementara jika dibiarkan maka pemilih akan takut.

"Apa kata pemilih? Caleg saja dihajar dan dibiarkan. Apalagi kalau kita (pemilih) datang ke pemilihan? Itu akan menimbulkan rasa takut kepada masyarakat. Pemilih datang untuk menentukan pilihan. Bagaimana mau datang kalau tidak aman," tuturnya.

Penjelasan Wagub

Belum lama ini, Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, membantah ada peristiwa penembakan posko Partai Nasdem di Aceh. Menurut Muzakkir, insiden tersebut bukanlah sebuah aksi penembakan.

"Itu aparat yang meleraikan (mengamankan). Bukan penembakan," kata Muzakkir.

Muzakkir membantah kondisi Aceh tidak kondusif. Dia menegaskan negeri Serambi Mekah itu sejauh ini aman-aman saja. "Kalau (disebut) ada kekhawatiran itu berlebihan. Tidak ada apa-apa. Masyarakat tidak khawatir," ujarnya.

Muzakkir melanjutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian, BIN, BAIS dan juga TNI. Dia mengklaim sudah melakukan upaya pengamanan dari A sampai Z.

"Kami menjaga semua. Ada yang sensitif kami amankan. Saya rasa tidak hanya di Aceh, letusan senjata itu bukan di Aceh saja, tapi di mana-mana ada," kata dia. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru