NASIONAL

KPU Makasar Cetak Ulang 200 Ribu Surat Suara

Pencetakan ulang tersebut disebabkan karena warna kertas suara tidak sesuai.
Kamis, 23 Oktober 2008
Oleh : Amril Amarullah

VIVAnews-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mencetak ulang lebih dari 200 ribu surat suara yang akan digunakan untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 29 Oktober pekan depan.

Pencetakan ulang tersebut dilakukan karena warna di kertas suara tersebut tidak sesuai dengan warna kertas yang sebelumnya telah dipesan.

"Satu bagian dari sekitar 200 ribu kertas suara itu ditemukan tercetak dalam warna kuning. Padahal. Warna surat suara yang diorder sebelumnya, seharusnya warna orange. Jadi hasilnya berbeda," ujar anggota KPU Makassar, Maqbul Halim kepada VIVAnews, Kamis 23 Oktober 2008.

Maqbul menambahkan, warna kertas suara tersebut bukan masalah besar, dan kecil kemungkinan membuat masyarakat salah saat memilih. Namun karena berbeda dari hasil order sebelumnya, sehingga KPU berinisiatif untuk lebih memilih mencetak ulang.

"Kami Khawatir, persoalan sekecil itu dipersoalkan oleh kontestan pemilih pada saat pilwali nanti," ungkapnya.

Hal itu juga telah disepakati dengan perusahan percetakan, dalam hal ini CV. Arta Jaya. Menurut Maqbul, pihak percetakan bersedia untuk mencetak ulang kertas suara yang tidak sesuai warna.

"Mereka memohon maaf atas adanya kesalahan order. Dan, untuk itu, mereka tidak keberatan untuk mencetak uang sesuai kesepakatan sebelumnya. Soal dana, semuanya sudah menjadi tanggungan percetakan," tambah Maqbul.

KPU Makassar menjamin, pencetakan ulang sekitar 200 ribu kertas suara tersebut tidak akan mempengaruhi tahapan pemilihan wilayah yang sedang  berjalan. Pihak CV. Arta Jaya berjanji menyelesaikan kertas suara bermasalah. dan siap untuk didistribusikan ke kelurahan.

Sebelumnya, KPU Makassar melalui CV Arta Jaya telah mencetak surat suara sesuai jumlah pemilih. Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Makassar mencapai 959.873 orang ditambah 2,5 persen untuk cadangan. Namun dari jumlah tersebut, sekitar 200 ribu kertas suara, belakangan ditemukan bermasalah.

Laporan: Zeena/Makassar

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found