NASIONAL

Kasus Akil, KPK Periksa Panitera Mahkamah Konstitusi

Akil Mochtar disangka terima suap sejumlah perkara sengketa pilkada.

ddd
Selasa, 10 Desember 2013, 10:38
 Pria mengenakan kostum dan topeng Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar melakukan aksi teatrikal di Sriwedari, Solo, Jateng, Minggu (13/10)
Pria mengenakan kostum dan topeng Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar melakukan aksi teatrikal di Sriwedari, Solo, Jateng, Minggu (13/10) (ANTARA FOTO/Andika Betha)
VIVAnews - Panitera Mahkamah Konstitusi, Kasianur Sidauruk, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa, 10 Desember 2013. Kasianur datang ke KPK sekitar pukul 10.06 WIB, sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua MK Akil Mochtar.

"Saya datang ke sini hanya untuk dimintai keterangan seputar kasus pilkada di Mahkamah Konstitusi," ujar Kasianur saat memasuki Gedung KPK.

Kasianur mengatakan belum mengetahui dia akan diminta keterangannya terkait kasus pilkada mana. Namun dia mengatakan diperiksa untuk tersangka Akil Mochtar.

Diberitakan sebelumnya, Akil meringkuk di Rutan KPK setelah ditangkap penyidik 2 Oktober lalu di rumah dinasnya. Dia diduga menerima suap terkait penanganan dua perkara pilkada yang ditangani MK, yakni di Gunung Mas (Kalimantan Tengah) dan Lebak (Banten). Akil diduga menerima total Rp4 miliar.

Dari pilkada Gunung Mas, Akil diduga menerima uang sekitar Rp3 miliar dari pengusaha Cornelis Nalau. Dalam kasus ini, KPK juga menangkap anggota DPR Chairun Nisa dan Hamid Bintih.

Dari pilkada Lebak, Akil diduga menerima Rp1 miliar dari pengusaha Tubagus Chaeri Wardhana. Suap ini diduga akan diserahkan ke Akil melalui pengacara Susi Tur Andayani. (adi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id