NASIONAL

Di Desa Ini Lima Anak Muda Dipasung

Satu di antaranya perempuan. Ia kerap marah setelah diputus pacar.

ddd
Senin, 25 November 2013, 12:08
Foto ilustrasi pemasungan
Foto ilustrasi pemasungan (ANTARA/ Muhammad Deffa)
VIVAnews – Ahmad Toli, 35 tahun, warga Pecoro, Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, tak bisa berbuat apa-apa. Selama 25 terakhir hidupnya harus dipasung di belakang rumah.

Murtiah, ibu kandung Toli, mengaku terpaksa merantai anak keempatnya ini karena kerap ngamuk. Kemiskinan memuatnya tak sanggup membiayai berobat ke dokter jiwa. "Anak saya ini suka sekali mengamuk," katanya.

Di Desa Pecoro tak cuma Toli yang bernasib tragis. Empat anak-anak lainnya juga bernasib sama. Tak jauh dari rumah Toli, Muhammad Yasin, 23 tahun, juga sudah tujuh tahun hidup dipasung. Ia bahkan lebih tragis lagi karena tinggal di kandang sapi.

"Saya kewalahan kalau Yasin marah, bahkan pernah akan menclurit saya," kata Misti, ibu kandung Yasin. Menurutnya Yasin sakit mental setelah sapi kesayangannya mati. Yasin kini sangat kurus.

Lalu, 200 meter dari rumah Toli dan Yasin ada Mursidi yang bernasib sama. Pemuda 27 tahun ini dipasung dengan kayu dan dirantai.

Mursidi dipasung karena sering mengejar dan menghajar orang hingga babak belur. Menurut Sumiyati, ibu Mursidi, anaknya terganggu mentalnya setelah mendalami ilmu. Mursidi menganggap dia syeih dan habib. "Saya tersiksa sekali," kata Mursidi kepada ANTV.

50 Meter dari rumah mursidi, ada perempuan 16 tahun yang dipasung. Namanya Lita. Ia dipasung orangtuanya karena saat marah sering memecahkan perabotan rumah.

Menurut Suartiningsih, ibu Lita, peringai anaknya tiba-tiba berubah pasca pacarnya memutuskan siswi kelas 2 SMA ini. Lita terganggu psikologisnya akibat peristiwa itu. Lita kini tak berdaya karena kakinya diikat tali kain di ranjang kamarnya.

Kepala Desa Pecoro Musthofa Sabir mengatakan, pasung menjadi alternatif karena warga di desanya tak punya biaya pengobatan. Selain itu, pasung merupakan tradisi warga setempat yang diterapkan bagi anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. "Tradisi itu sudah berlangsung puluhan tahun silam," katanya.

(Laporan: Sinto Sofiadin,  ANTV Jember | umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com