NASIONAL

Kronologi Lengkap Penangkapan Akil Mochtar

Total dugaan suap kepada Akil Mochtar mencapai Rp 4 miliar.

ddd
Kamis, 3 Oktober 2013, 18:10
Ketua KPK Abraham Samad menjelaskan kronologi penangkapan Akil Mochtar
Ketua KPK Abraham Samad menjelaskan kronologi penangkapan Akil Mochtar (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menjelaskan kronologi operasi tangkap tangan terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, Kamis 3 Oktober 2013. Menurut Abraham, operasi ini sudah dimulai sejak awal September lalu.

"Diduga tindak pidana korupsi yang akan dilakukan AM selaku Ketua MK," kata Abraham dalam jumpa pers di kantor KPK. Informasi itu, imbuhnya, kemudian berkembang bahwa akan ada penyerahan uang di kediaman Akil di jalan Widya Chandra III, Jakarta. Penyerahan uang ini diduga terkait perkara sengkata pilkada di Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Tim penyidik kemudian memantau lokasi. "Pada 2 Oktober, sekitar pukul 22. 00, tampak sebuah kendaraan yang diidentifikasi sebagai Toyota Fortuner mendatangi kediaman AM," jelas Abraham.

Mobil itu dikemudikan N, suami anggota DPR Chairun Nisa (CHN). Dari mobil itu kemudian Chairun turun dan ditemani CNA atau Cornelis, seorang pengusaha di Palangkaraya. "Selanjutnya, CN dan CNA memasuki kediaman AM," imbuhnya.

Tak lama, penyidik kemudian masuk dan menangkap mereka. Dari operasi itu, KPK menyita uang dengan nilai total Rp3 miliar.

Rupanya di hari yang sama, Akil pun diduga menerima suap dari perkara sengketa pilkada lain, yaitu pilkada di Lebak, Banten. Akil diduga menerima uang dari pengusaha Tubagus Chaery Wardhana (TCW). Dia adalah adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah.

Uang itu, kata Abraham, diberikan melalui STA. "STA ini dikenal AM," imbuhnya. Sedangkan STA menerima uang tersebut dari TCW melalui N di Apartemen Aston. "Uang itu dimasukkan dalam travel bag warna biru yang kemudian dibawa STA," jelasnya.

STA kemudian menyimpan uang ini di kediaman orangtuanya di Tebet, Jakarta. Semula, uang ini akan diserahkan ke AM. "Tapi, sekitar pukul 15.00 WIB, STA pergi ke Lebak. Tim penyidik megikutinya dan menangkap STA."

Kemudian, penyidik menangkap TCW di sebuah rumah di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan. Tim penyidik juga mendatangi kediaman STA di Tebet dan menyita uang dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. "Total nilainya Rp1 miliar," jelas Abraham. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id