TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Survei Insis: Ruhut, Anggota DPR Paling Ngotot

"Responden menilai mereka ngotot bukan untuk rakyat."
Survei Insis: Ruhut, Anggota DPR Paling Ngotot
Ruhut Sitompul (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Siapa tak kenal politisi Ruhut Sitompul? Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat, yang pendapatnya kerap kali mengundang kontroversi, bahkan cemoohan.

Banyak yang menilai bahwa selain vokal, Ruhut juga ngotot dalam berpendapat. Hasil survei nasional yang dirilis lembaga riset Institut Riset Indonesia (Insis) mengungkapkan bahwa Ruhut dinilai publik sebagai anggota DPR sekaligus politisi paling ngotot dalam menyampaikan pendapat.

Bertempat di Jakarta Minggu 29 September 2013, Peneliti Senior Insis, Mochtar W Oetomo, mengatakan bahwa Ruhut Sitompul dinilai sebagai anggota dewan yang paling ngotot dalam menyampaikan pendapat dengan presentase 8,22 persen. Politisi lain yang juga dinilai ngotot adalah Bambang Soesatyo 3,27 persen, Eva Kusuma Sundari 2,52 persen, Fahri Hamzah 2,52 persen, Sutan Bhatoegana 2,42 persen, Nurul Arifin 2,14 persen, Martin Hutabarat 1,86 persen, Ahmad Yani 1,77 persen dan Syarifuddin Suding 1,49 persen.

Para responden menilai, kengototan anggota dewan cenderung dinilai negatif. Sebab karakter masyarakat Indonesia kurang suka dengan orang yang menyampaikan pendapat secara ngotot.

"Responden menilai mereka ngotot bukan untuk rakyat. Namun ngotot, keras, apakah dalam konteks negatif atau positif seperti memperjuangkan keinginan rakyat, tetap saja dinilai  pada konotasi negatif," kata Mochtar, Minggu, 29 September 2013.

Meski kengototan anggota dewan dalam rangka memperjuangkan kepentingan positif, tapi tetap masyarakat kurang menyukai gaya komunikasi yang ngotot.

"Gaya komunikasi Priyo Budi Santoso dan Jokowi, yang santun malah lebih disukai oleh masyarakat. Mereka tidak suka ngotot dan lebih sesuai dengan  karakter masyarakat Indonesia yang lebih paguyuban," ujar dia.

Survei ini dilakukan sejak 17 Agustus hingga 20 September 2013 di 34 provinsi. Survei menggunakan metode random sampling dengan jumlah responden 1070. Margin of error kurang lebih 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan pertanyaan terbuka.

Profil responden yakni laki-laki 51 persen dan  perempuan 49 persen dari umur 25 sampai  40 tahun. Responden kebanyakan lulusan SLTA, disusul sarjana, dan SMP. Pekerjaan paling banyak, ibu rumah tangga.
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP