NASIONAL

Lapas Rusuh, Menkum HAM Seleksi Calon Dirjen Pemasyarakatan

Belakangan ini sejumlah lapas di berbagai daerah dilanda kerusuhan.

ddd
Senin, 19 Agustus 2013, 22:53
Personel TNI bersiaga di Lapas Klas II A Labuhan Ruku, Sumatera Utara, pasca kerusuhan.
Personel TNI bersiaga di Lapas Klas II A Labuhan Ruku, Sumatera Utara, pasca kerusuhan. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
VIVAnews – Kementerian Hukum dan HAM mencari Direktur Jenderal Pemasyarakatan baru. Untuk itu, lembaga pimpinan Amir Syamsuddin itu membentuk panitia seleksi. Maraknya kerusuhan di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan belakangan ini membuat Kemenkum HAM tak main-main dalam mencari orang nomor satu di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan itu.

Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengatakan, seleksi Dirjen Pemasyarakatan akan dilakukan secara terbuka. Para kandidat akan menjalani sejumlah tahapan tes, dan proses seleksinya akan mulai diumumkan di media massa mulai Rabu, 21 Agustus 2013.

“Ini tahapan penting di jajaran Kementerian Hukum dan HAM di tengah berbagai persoalan yang muncul di lapas, termasuk di Lapas Labuhan Ruku,” kata Denny di kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin 19 Agustus 2013.

Denny mengatakan, pemilihan  Dirjen melalui proses seleksi terbuka tidak menyalahi aturan dan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara pun menurut Denny telah membuat surat edaran yang berisi imbauan agar jabatan eselon I dan II ditentukan berdasaran seleksi terbuka.

“Jadi ini bukan sesuatu yang tidak berdasar. Kami ingin memastikan bahwa prosesnya adalah yang terbaik,” ujar Denny. Menurutnya, untuk menanggulangi persoalan di Ditjen Pemasyarakatan, kementeriannya tidak bisa menunjuk orang yang pas-pasaan.

Salah satu anggota tim seleksi Pansel Dirjen Pemasyarakatan, Imam Prasodjo, mengatakan kandidat Dirjen Pemasyarakatan harus sesuai dengan Undang-undang Kepegawaian karena jabatan ini adalah eselon I. Bagi siapapun yang berminat perlu mencermati persyaratannya.

Kandidat harus punya integritas, kredibilitas, kapasitas, dan mengetahui seluk-beluk masalah di lembaga pemasyarakatan beserta solusinya. “Juga harus memiliki kepemimpinan, tapi tidak semata kepemimpinan birokrasi biasa, melainkan punya visi untuk lebih baik,” ujar Imam.

Setelah pengumuman proses seleksi di media massa Rabu besok, selanjutnya akan dilakukan seleksi administrasi pada 12-13 September yang dilanjutkan dengan tes tertulis pada 17 September, dan pengumuman hasilnya pada 19 September 2013.

Tahapan berikutnya adalah profile assessment oleh konsultan independen pada 21 September dan tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto pada 23 September. Bagi kandidat yang lolos akan menghadapi tahapan berikutnya, yakni sesi wawancara terbuka dengan Pansel di Graha Pengayoman. Kandidat terakhir yang lolos akan bertemu menteri sebelum diusulkan namanya ke Presiden. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com