NASIONAL

Pembunuh Sisca Yofie Terancam Hukuman Mati

Polisi masih terus mendalami kasus ini.

ddd
Selasa, 13 Agustus 2013, 00:03
Sisca Yofie
Sisca Yofie (facebook)
VIVAnews - A dan W, dua penjambret yang membunuh Franciesca Yofie di Jalan Cipedes RT 7 RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin, 5 Agustus 2013 malam lalu, terancam akan mendapat hukuman berat dengan maksimal hukuman mati.

Keduanya terancam akan dikenakan Pasal 365 ayat 4 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang menyebabkan korban meninggal dunia dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Pol. Sutarno mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini dengan fokus memeriksa dua orang pelaku utama tentang motif mereka.

"Kami tanya, mereka bilang tidak ada yang nyuruh. Itu murni niat W dan dia mengajak A untuk menjambret. Tapi, masih kami dalami semuanya," ujar Kapolrestabes Bandung saat ditemui di Mapolrestabes Bandung.

Sutarno menambahkan setelah dilakukan pengembangan kasus dan dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku W, pihaknya juga telah mengamankan empat orang pelaku lainnya dengan inisial D, E, K, dan G.

Dia menjelaskan, peran keempat orang itu adalah penadah barang yang dicuri oleh W dari tangan Sisca. Mereka diduga terlibat dalam hilangnya BlackBerry jenis Dakota milik korban yang terjatuh di tempat kejadian perkara.

"Pada saat kejadian di depan rumah indekos (tempat Sisca tinggal), K dan D lewat. Keduanya melihat ada BlackBerry. Diambil barang itu, lalu dijual ke E dan oleh E dijual lagi ke G," ujar Sutarno.

Namun, kepolisian masih mendalami dan tidak percaya begitu saja pada keterangan mereka. Hal ini dikarenakan perlu penyelidikan mendalam atas kasus ini. Tidak dipungkiri terdapat perkembangan lainnya.

"Kami masih dalami keterangan yang mereka sampaikan. Kami tidak begitu saja percaya terhadap keterangan mereka. Pemeriksaan dilakukan secara berulang-ulang sambil menelusuri barang bukti yang menurut keterangan W dibuang," tutur Sutarno.

Keempat orang penadah tersebut akan dikenakan pasal pencurian, penadahan, dan ikut serta melakukan suatu tindak kejahatan. "Keempatnya sudah kami tahan," katanya. (kd)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
djogya.berhatinyaman
13/08/2013
kemaren" beritane hP belakberrinya korban ditemukan diloksai TKP dengan kondisi hancur lebur karna dilindas mobil, dan hanya menyisake simcard yang nantinya akan diteliti datanya. tapi sekarang beritanya blackbarrynya masih ada dan malah ditangan penadah
Balas   • Laporkan
satya88
13/08/2013
Salut untuk Polresta Bandung dan Kapolda Jabar yg bekerja secara profesional. Memang setiap kasus hrs dikembangkan dan dituntaskan,
Balas   • Laporkan
gorilazzz | 13/08/2013 | Laporkan
Rasanya belum tuntas deh mas bro.. Ga merasa ada yang janggal ya? hufff
x122alpha
13/08/2013
harus hukuman mati untuk contoh yang lain dan penegakan hukum..kalau hukuman ringan bisa berbahaya.....
Balas   • Laporkan
hwt
13/08/2013
yang suruh dan bayar hebat bener ya ... sampe segitunya si pelaksana gak mau ngomong siapa yang suruh.
Balas   • Laporkan
kevin.coken
13/08/2013
hukum seberat beratnya,yang pantas mereka terima adalah hukuman mati,
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id