NASIONAL

Setelah 25 Tahun, RI Akhirnya Sabet Emas Olimpiade Matematika

Indonesia mengungguli negara Italia, Perancis, Jerman dan Belanda.
Kamis, 1 Agustus 2013
Oleh : Eko PriliawitoNur Avifah (Tangerang)
Ilustrasi belajar matematika

VIVAnews - Setelah 25 tahun keikutsertaan dalam ajang olimpiade matematika internasional, akhirnya tim Indonesia berhasil membawa satu mendali emas, satu perak dan empat perunggu dari ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-54 yang diselenggarakan di Santa Marta, columbia, pada 18-27 Juli 2013.

Satu medali emas dipersembahkan oleh Stephen Sanjaya, siswa SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, yang berada pada rangking 10 dari 528 peserta. Satu medali perak diraih Fransisca Susan dari SMAK 1 Penabur Jakarta.

Sementara empat medali perunggu diraih Bivan Alzacky Harmanto, siswa SMA Labschool Jakarta, Gede Bagus Bayu Pentium dari SMA Semesta Semarang, Reza Wahyu Kumara, siswa SMAN Sragen dan Kevin Chirstian Wibisono, dari SMAK Ipeka Puri Indah Jakarta.

Stephen Sanjaya peraih medali emas mengatakan, materi soal yang diujikan dalam ajang tersebut seperti biasa pada umumnya yang dibuat dalam bentuk essay.  Peserta diberi waktu 2 hari untuk menyelesaikan.
 
"Pada hari pertama kompetisi, tiga soal diberi dan dijawab dalam waktu 4 jam 30 menit. Sedangkan tantangan terberatnya adalah kita yang mempresentasikan," katanya.

Capaian medali emas sudah memenuhi target Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan raihan ini, puasa medali emas sejak Indonesia berpartisipasi dalam ajang ini pada 1988 berakhir. Kontingen Indonesia menempati Garuda Merah-Putih di posisi 19 dari 97 negara.

Indonesia berhasil mengungguli negara-negara Eropa, seperti Italia di posisi 20, Perancis (21), Belanda (25), dan Jerman (27). Posisi Indonesia tahun ini jauh lebih baik dibandingkan posisi tahun lalu, dimana Indonesia menduduki peringkat 35 dari 100 negara.

Sementara itu, Harris Iskandar, Direktur Pembinaan Sekolah menengah atas menyampaikan, akan ada pengembangan dan peningkatan pelajaran dari yang sudah didapat dari negara-negara lain dari ajang ini.

Pemerintah juga memberikan beasiswa untuk para peraih mendali ini, mulai dari jenjang S1 hingga S2. Dengan hasil tersebut, diharapkan pembinaan terus dilakukan dan ditingkatkan agar meraih hasil yang lebih optimal dalam olimpiade yang akan datang. (umi)

TERKAIT