NASIONAL

Sembilan Kandidat Kapolri Laporkan Harta Mereka ke KPK

Namun verifikasi KPK tidak termasuk selidiki dugaan "rekening gendut"

ddd
Rabu, 24 Juli 2013, 18:40
Juru bicara KPK Johan Budi SP
Juru bicara KPK Johan Budi SP (ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi sejak awal pekan ini memverifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk semua calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri). Berlangsung selama dua pekan, proses verifikasi itu merupakan permintaan dari Komisi Kepolisian Nasional dalam rangka seleksi Kapolri baru.

"Sejak Senin kemarin Kompolnas meminta KPK untuk melakukan verifikasi harta kekayaan penyelenggara negara, dalam hal ini adalah kandidat-kandidat pimpinan Polri," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi.

Ditemui di kantornya, Rabu 24 Juli 2013, Johan menambahkan ada sembilan kandidat Kapolri yang melaporkan harta kekayaan masing-masing. Jadwal verifikasi sudah ditentukan.

"Kemarin Senin ada Pak Anang Iskandar, kemudian hari ini ada Pak Arif Kapolda Bali. Saya belum dapat data resminya (nama-nama kandidat), tapi ada sembilan kandidat, termasuk Pak Tarman (Kabareskrim), dan Pak Putut Kapolda Metro," ujar Johan.

Meski demikian, Johan belum bisa memastikan berapa lama waktu yang diperlukan KPK untuk menyelesaikan verifikasi LHKPN tersebut.

"Saya tidak tahu (berapa lamanya). Tapi ini kan mereka lapor, kemudian diverifikasi. Dari laporan itu kemudian disampaikan ke Kompolnas," ucapnya.

Rekening gendut

Terkait nama Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, dan Asisten Operasi Kapolri Inspektur Jenderal Badrodin Haiti yang disinyalir memiliki "rekening gendut," KPK menyatakan proses verifikasi LHKPN tidak termasuk untuk menyelidiki itu.

"Verifikasi ini berkaitan dengan permintaan Kompolnas. Jadi tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang di luar itu," kata dia.

Jika masing-masing kandidat ada yang tidak memasukkan asetnya dalam LHKPN, Johan mengatakan KPK baru mengetahuinya bila ada masyarakat yang melaporkan.

"Kalau ada harta kekayaan yang belum dilaporkan kami belum tahu, kecuali ada masyarakat yang melaporkan," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut nama-nama kandidat pimpinan Polri :

1. Kepala Badan Reserse Kriminal, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman
2. Kepala Badan Narkotika Nasional, Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar
3. Kepala Lembaga Pendidikan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan
4. Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Polisi Arif Wachjunadi
5. Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Putut Eko Bayu Seno
6. Asisten Operasi Kapolri, Inspektur Jenderal Polisi Badrodin Haiti
7. Mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution
8. Wakil Kepala Bareskrim, Inspektur Jenderal Polisi Anas Yusuf
9. Kepala Divisi Teknologi Informasi Polri, Inspektur Jenderal Polisi Tubagus Anis Angkawijaya.

(ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id