NASIONAL

Polri Larang Keras FPI Lakukan Sweeping

Sweeping FPI di Kendal berakhir petaka. Konvoi FPI menabrak warga.
Jum'at, 19 Juli 2013
Oleh : Anggi Kusumadewi, Erick Tanjung
Polisi mengevakuasi anggota FPI dari Masjid Sukorejo, Kendal.
VIVAnews – Kepolisian RI melarang keras Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi razia atau sweeping ke tempat-tempat hiburan di berbagai daerah selama bulan Ramadan. Polisi mengatakan, penertiban dan penindakan adalah wewenang polisi sebagai alat keamanan negara.

“Sweeping, razia selain aparat polisi itu tidak dibenarkan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Agus Rianto, di Jakarta, Jumat 19 Juli 2013.

Polisi meminta ormas-ormas Islam, khususnya FPI, supaya tidak melakukan sweeping lagi. “Jika ada tempat hiburan yang perlu ditertibkan, silakan lapor kepada kami, biar kami yang bertindak,” ujar Agus.

Ormas-ormas atau kelompok masyarakat yang ingin melakukan konvoi juga harus lebih dulu meminta izin keramaian kepada pihak berwajib. “Jika konvoi tolong beritahu aparat, agar kami back up. Tentu dengan persyaratan, jelas siapa penanggung jawabnya dan tujuannya kemana,” kata Agus.

Kendati demikian, ujar Agus, Polri tetap menghormati hak kebebasan berserikat dan berorganisasi, sebab kebebasan berserikat adalah hak semua warga yang diatur oleh undang-undang.

Kamis kemarin di Kendal, Jawa Tengah, massa FPI diserang oleh warga yang marah karena konvoi FPI menabrak empat pengendara motor dan satu polisi lalu-lintas. Salah satu pengendara motor itu tewas. Setelah itu, warga membakar satu mobil FPI dan mengepung anggota FPI. Puluhan orang FPI pun berlindung di Masjid Sukorejo sampai diselamatkan oleh polisi yang cepat datang ke lokasi kejadian.

Ketua FPI Jawa Tengah, Syihabudin, mengatakan awalnya FPI Temanggung berkonvoi melewati tempat prostitusi bernama “Alaska” atau “Alas Karet.” Di situ mendadak terjadi bentrok. “Mobil FPI dirusak dan dikejar preman. Nah, saat itulah kami menabrak orang,” ujar Syihabudin.
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found