NASIONAL

Waduk Way Ela Bahayakan Warga di Maluku Tengah

"Volume longsoran diperkirakan sekitar 10 juta meter kubik."
Kamis, 18 Juli 2013
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Alfin Tofler
Waduk Way Ela di Maluku Tengah berstatus awas, Kamis 18 Juli 2013.

VIVAnews - Waduk Way Ela di Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah berstatus awas, Kamis 18 Juli 2013. Hujan yang terus menerus menyebabkan tinggi muka air (TMA) Waduk Way Ela naik hingga mencapai 191,1 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menegaskan, ini merupakan peringatan tertinggi karena ketinggian air sudah melebihi 191 meter. "Rembesan di tanggul waduk ada 42 titik," imbuhnya.

Jika hujan masih terus mengguyur, air diperkirakan meluap dari tanggul alami ini pada 25 Juli mendatang. "Kondisi tersebut sangat membahayakan 4.817 jiwa warga Desa Negeri Lima," tukas Sutopo.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Waduk Way Ela adalah tanggul yang terbentuk dari longsor bukit setelah curah hujan yang tinggi pada 13 Juli 2012. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan dengan volume yang sangat besar menutup total aliran sungai Way Ela.

Di sungai ini kemudian terbentuk dam dengan dimensi panjang 1.000 m, lebar 200 m, dan tinggi 210 m. "Volume longsoran diperkirakan sekitar 10 juta meter kubik," imbuhnya.

Waduk yang terbentuk mempunyai volume air mencapai 19,8 juta m3 pada elevasi puncak 215 m. Adapun jarak waduk dengan Desa Negeri Lima itu, sekitar 2,4 km. "Jika jebol waktu tempuh dari waduk ke Desa Negeri Lima sekitar 2 jam 40 menit," jelas Sutopo.

Air, imbuhnya, diperkirakan akan mengalir dengan kecepatan 11 meter per detik dan  tinggi banjir 20 m dari badan sungai.

Sutopo menambahkan, Gubernur Maluku telah berkoordinasi dan memastikan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan terburuk. Upaya telah dilakukan antara lain sosialisasi, pemasangan rambu, penyedotan, monitoring, penguatan tanggul, geladi lapang pada 2 Juli lalu, mendirikan posko Siaga Darurat di Desa Seith, dan sebagainya.
 
"Kami berharap masyarakat Desa Negeri Lima selalu waspada untuk menghadapi kemungkinan kondisi terburuk."

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found