NASIONAL

SBY Marah Menteri Tak Mampu Kendalikan Harga Daging

SBY kecewa menteri saling lempar tanggung jawab.

ddd
Sabtu, 13 Juli 2013, 15:15
Pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta.
Pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta. (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berang menteri-menterinya saling lempar tanggung jawab soal mahalnya harga daging sapi. SBY bahkan mempertanyakan apakah selama ini para menteri terkait memonitor kondisi pasar atau tidak. Sebab masalah harga daging sapi terus berputar dan tak kunjung stabil.

"Saya tanya Mendag (Gita Wirjawan), kemarin izin di mana? Katanya di sini, di sini. Lho, ini ada di negara kita, kok, bukan di New York atau Jenewa," kata SBY, pedas, di Landasan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu 13 Juli 2013.

SBY menegaskan, persoalan harga daging sapi seharusnya bisa segera diatasi, karena masalahnya ada di dalam negeri. Ia pun meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk saling berkoordinasi dan tidak saling lempar tanggung jawab.

"Tidak boleh saling melempar. Birokrasinya terlalu lama di Kementerian Pertanian dan Bulog," ujar SBY.

Menurut SBY, di bulan Ramadan dan menjelang hari raya, biasanya harga kebutuhan bahan pokok dan daging melonjak naik. Namun, kenaikan itu mestinya jangan sampai berlebihan. "Asalkan wajar saja," ucapnya.

Disamping itu, masalah harga daging sapi bukanlah masalah baru. Pemerintah sudah berulang kali memberikan peringatan dan membahasnya dengan kementerian dan lembaga terkait.

"Saya dilapori Menteri Perdangan, Menteri Perindustrian, bicara dengan pengusaha besar. Ajaklah untuk tidak berorientasi kepentingan sendiri saja. Jangan pula pebisnis besar main mata, entah dengan pemerintah atau siapapun yang bikin susah," SBY menekankan.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menepis anggapan bahwa tingginya harga daging belakangan ini adalah akibat ulah spekulan. Menurut dia harga daging melambung justru disebabkan kurangnya pasokan dari dalam negeri.

"Kami tidak melihat adanya oknum yang bermain dalam skala tinggi. Ini terjadi karena kurangnya pasokan," kata Gita di Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Saat ini, harga daging sapi masih bertengger di atas Rp90 ribu per kilogram untuk harga rata-rata nasional. Namun, di beberapa daerah, sudah menembus di atas Rp100 ribu per kilogram.

Menurut Gita, para pedagang masih menunggu izin teknis dari kementerian terkait untuk mengimpor saat pasokan dalam negeri kurang. "Ini yang harus kami sikapi bersama," ujar Gita. (kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tantokw
16/07/2013
SBY DIAKHIR MASA JABATANNYA STRESS...JADI BANYAK MARAH-MARAH...SALAH SENDIRI PILIH PEMBANTU-PEMBANTU YG GAK BECUS KERJA...TAPI KALO SURUH MERAMPOK UANG RAKYAT PADA SEMANGAT...GAK DARI DEMOKRAT,PKS,PKB,PPP,GOLKAR, SEMUA PERAMPOK...TANPA PEDULI RAKYAT...
Balas   • Laporkan
kancot
14/07/2013
Lha..dalah...kok ngigau seh pa...! kan dikau yang naikin BBM sebelum lebaran kok linglung! Orang tanpa BBM naik aja harga pokok naik saat puasa, lha ini naikin sebelum puasa ya naiknya 2x lipat lah! pokoke Dosanya rakyat yg sengsara kamu yang tanggung!
Balas   • Laporkan
cupcup
13/07/2013
Dampak kenaikan BBm ya pak, bapak jgn marah2 gitu donk. Gak santun amat jd presiden bs nya koq marah2? Udah mulai post power syndrom ya....? Kekuasaan emang gak kekal pak...
Balas   • Laporkan
kangdeis
13/07/2013
salah sendiri pak Beye mengapa BBM dinaikin?dana BLSM tidak bisa membantu rakyat miskin,malahan BLSM tidak tepat sasaran,semakin melaratnya rakyat jelata indonesia.
Balas   • Laporkan
safiyah
13/07/2013
jangan marah pak sby,tetepi kebiasaan umatmuslim untuk berfoya foya dengan buka bersama yg mewah harus dihindari atau dilarang...seharusntya puasa lebih hemat ,koq malah boros,,,,berpuasa harusnya dihemat dan uang yg dihemat disumbangkan...
Balas   • Laporkan
meymey170
13/07/2013
saatnya digalakan kb, Indonesia udah kebanyakan penduduk
Balas   • Laporkan
telomania
13/07/2013
Instruksi saja ke Mendag untuk import daging dari LN....! Kan beres....!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id