NASIONAL

Lempar Kesalahan BLSM ke Kepala Desa, Mendagri Dikecam

Aparat desa tidak pernah dilibatkan soal BLSM. Semua data dari BPS.

ddd
Rabu, 10 Juli 2013, 11:24
Demonstrasi terkait kacaunya distribusi BLSM.
Demonstrasi terkait kacaunya distribusi BLSM. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews – Anggota Komisi II DPR Budiman Sudjatmiko mengecam Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang menyalahkan kepala desa atas distribusi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang kacau dan tidak tepat sasaran di berbagai daerah.

“Secara teknis, aparat desa tidak pernah dilibatkan dalam sistem. Pendataan (penerima BLSM) sepenuhnya ditangani oleh Badan Pusat Statistik,” kata Budiman, Rabu 10 Juli 2013. Ia yakin apabila sejak awal perangkat desa dilibatkan dalam proses pendataan, maka penyaluran BLSM tidak akan kisruh.

Pendataan melalui perangkat desa biasanya dilakukan melalui musyawarah bersama perangkat di bawahnya, yaitu RT dan RW, agar akurat. Ini berbeda dengan sistem pendataan BPS. “Jadi pernyataan Mendagri yang menyalahkan para perangkat desa dalam penyaluran BLSM sangat tidak tepat dan salah,” ujar Budiman.

Dewan Pembina Persatuan Rakyat Desa (Parade Nusantara) itu mengatakan, pernyataan Mendagri dapat memicu ketegangan antara perangkat desa dengan warganya. Apalagi sebelum ini pun perangkat desa kerap menjadi sasaran kemarahan warga akibat ketidakpuasan soal distribusi BLSM.

Budiman memperingatkan Mendagri untuk tidak menghambinghitamkan perangkat desa jika ada kebijakan pemerintah yang tidak bisa dioperasionalisasikan dengan baik. Ia juga meminta pemerintah segera mengevaluasi operasionalisasi BLSM.

Sebelumnya, Mendagri mengatakan data penerima BLSM dilakukan melalui musyawarah pimpinan desa. “Kepala desa yang menginventarisasi data penerima untuk dibuat basis data program selanjutnya,” kata Gamawan Fauzi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring beberapa waktu lalu mengatakan, daftar penerima BLSM ditentukan dari BPS yang telah melakukan Program Pendataan Perlindungan Sosial (PPLS) pada tahun 2011. Kepala BPS Suryamin menyatakan data BPS itu akurat dan disusun dengan metodologi spesifik. (adi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
n3win
12/07/2013
ini mentri mulut n mentalnya kaya sampah, gak guna kelakuannya mirip boss nya..hadeww..kasihan negri kaya raya ini..
Balas   • Laporkan
bambang6274
10/07/2013
Memang data itu tanggungjawab BPS!! masalahnya mantri statistik BPS di kecamatan malas melakukan pendataan dan melempar tugasnya pada aparat desa. itu biasanya yang terjadi dilapangan. Untuk itu, tinjau kembali remunerasi di BPS, karena kinerjanya buruk
Balas   • Laporkan
candy911
10/07/2013
Kepala BPS Suryamin menyatakan data BPS itu akurat dan disusun dengan metodologi spesifik. ---> Jgn takabur, semua cuma data & teori2 statistik versi mereka. Lihat kenyataan lapangan sekarang. Pemerintah SBY munafik, katanya dijamin tepat sasaran.. sotoy.
Balas   • Laporkan
samasaja
10/07/2013
Jangan kau tiru pula si SBY itu, kalo ada apa2 mesti bawahannya yang disalahin. Dasar sama saja
Balas   • Laporkan
chandroe
10/07/2013
yang salah pemerintahan demokrat beserta koalisi nya, hancur sdh BANGSA INA klo begini trrussssss!!!! ancur aja loo semuaaaa parpoooollll
Balas   • Laporkan
romychan
10/07/2013
Makanya tadinya BLSM ini tak perlu dilaksanakan, itu hanya pencitraan, ingin mengambil hati rakyat saja, pdhal tdk ada gunanya alias menghambur2kan uang yg tdk ada manfaatnya. Sekarang rasain lo ! Rakyat jgn dibikin spt pengemis meminta2.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id