NASIONAL

YLBHI: Aksi Munarman Ancam Demokrasi Indonesia

Banyak kalangan mengecam aksi Jubir FPI main siram lawan debat.

ddd
Jum'at, 28 Juni 2013, 22:32
Jubir FPI Munarman
Jubir FPI Munarman (Antara/ Ujang Zaelani)

VIVAnews - Berbagai kalangan menyayangkan tindakan juru bicara Front Pembela Islam, Munarman, yang menyiram air ke wajah sosiolog UI, Tamrin Amal Tomagola, saat acara dialog di acara tvOne, Jumat pagi 28 Juni 2013.

Menyikapi peristiwa ini Yayasan LBH Indonesia (YLBHI), bersama 15 Kantor LBH Se-Indonesia (LBH Banda Aceh, LBH Medan, LBH Padang, LBH Palembang, LBH Pekanbaru, LBH Bandar Lampung, LBH Jakarta, LBH Bandung, LBH Semarang, LBH Yogyakarta, LBH Surabaya, LBH Bali, LBH Makassar, LBH Manado, dan LBH Papua) mengecam dan mengutuk tindakan mantan Ketua YLBHI tersebut.

Dalam keterangan tertulis YLBHI, Jumat 28 Juni 2013, menyebutkan perbuatan Munarman yang pernah memimpin LBH Banda Aceh itu adalah tindakan kekerasan yang mengancam ruang kebebasan berpendapat, berdiskusi, dan juga mengancam Demokrasi di Indonesia.

Mereka menilai tindakan ini bukan semata tindakan spontan lepas kontrol dalam sebuah diskusi. Tapi tindakan yang kongruen dengan tindakan kekerasan yang FPI dan Munarman lakukan di tempat dan waktu lain.

"Tindakan itu bukan hanya berdampak kepada Tamrin Amal Tomagola saja, tapi berpotensi mengancam dan menimbulkan ketakutan publik."

Untuk menindaklanjuti hal ini, YLBHI-LBH se-Indonesia siap melakukan pendampingan dan mengawal Tamrin Amal Tomagola untuk meneruskan dan memproses kasus tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Rikwanto, mengatakan sudah mengetahui perihal insiden tersebut. Namun, kata dia, tidak terlihat kedua belah pihak akan melapor kejadian itu ke polisi.

Rikwanto menyayangkan insiden itu bisa terjadi. Mengenai apakah akan melapor atau tidak, itu merupakan hak dari masing-masing individu.

"Ini silakan yang bersangkutan merasakan, apabila termasuk dirugikan, silakan buat laporan polisi. Namun apakah yang bersangkutan akan melapor atau tidak itu haknya," ujarnya. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
gokmaamudi.hutapea
02/07/2013
- yang kelihatan saja sudah seperti itu.... apalagi yang tidak kelihatan (tersembunyi) - wajar dalam dialog atau debat ada potong memotong pembicaraan. - dari segi usia,,harusnya yang muda lebih hormat ke yang lebih tua. - mngapa hrs di bln rmdh sj?
Balas   • Laporkan
balonbalon
01/07/2013
FPI bukan hanya mengancam Demokrasi, tapi juga mengancam indahnya nama Islam!!
Balas   • Laporkan
risera
30/06/2013
Memang demokrasi juga memiliki batasan-batasan yang sesuai kaidah, tetapi bukan dengan fisik atau kekerasan. risera.com
Balas   • Laporkan
gatotsuroto
29/06/2013
waduh sayang nggak nonton, soalnya kalo muka Munarman muncul di TV, saya biasanya pindah channel.
Balas   • Laporkan
prasetyoono
28/06/2013
ya akhirnya stasiun TV harus tau, orang macam apa yg bisa diajak dialog secara baik2... kalo yg ini emang cocoknya ditempat tempat miras dan maaksiat, bukan di studio.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com