NASIONAL

Di Surabaya, Ada Warung Kopi Jual Narkoba

Jelas saja pemilik warung akhirnya dibekuk polisi.

ddd
Kamis, 27 Juni 2013, 09:30
Pelaku narkoba ditangkap polisi
Pelaku narkoba ditangkap polisi (VIVAnews/Muhamad Solihin)
VIVAnews - Heri, kakek 53 tahun, warga Jalan Kedung Mangu, Surabaya, harus berurusan dengan polisi. Karena, penjual kopi ini kedapatan juga menjual sabu-sabu di warung kopi miliknya.

Kepada penyidik, Heri mengaku mengambil barang haram yang dijualnya itu dari seorang pengedar di Jakarta. "Dia mengambil sendiri sabu itu di Jakarta, tanpa kurir dengan naik kereta api ke Jakarta dan menemui langsung pengedarnya," kata Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Suparti, Rabu.

Dari tangan Heri, petugas menyita barang bukti yang ditemukan di warung miliknya, di antaranya ada 12 paket sabu yang dikemas plastik kecil, total berat 3 kilogram, satu unit handphone dan seperangkat alat hisap serta satu unit timbangan. "Dia ini sudah lama mengedarkan sabu di warungnya. Dan kami mengetahui sepak terjang tersangka dari informasi masyarakat," lanjutnya.

Selain Heri, petugas juga mengamankan dua pengedar sabu lainnya. Mereka adalah Sony 32 tahun, warga Jalan Kedung Jaya, Benowo dengan barang bukti 2,42 gram sabu, dua unit timbangan dan seperangkat alat sabu.

Ditangkap juga Choirul, 34, warga Jalan Sidotopo Jaya dengan barang bukti 1,4 gram sabu, satu timbangan elektronik dan seperangkat alat sabu. "Modus yang dilakukan para tersangka ini dagang makanan dan menyambi dagang sabu," jelas Suparti.

Selain mengamankan tiga pengedar, petugas juga menangkap empat pengguna di antaranya Wiranto (33), warga Dusun Babat Agung, Lamongan dengan barang bukti 0,3 gram sabu, Diaz (23), warga Kupang Krajan Surabaya, dengan barang bukti 0,38 gram sabu, Eko (31), warga Jalan Sidotopo Sekolahan dengan barang bukti 0,30 gram sabu, dan Suratno (48), warga Manukan Lor dengan barang bukti 1 bungkus rokok isi sisa sabu.

"Untuk pengedar yang ada di Jakarta, kami akan melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengejar dan dilakukan penangkapan. Saat ini kami masih melakukan pengembangan terkait dugaan keterlibatan jaringan lain dari para tersangka itu," kata Suparti. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id