NASIONAL

APKASI: Tak Masalah Harga BBM Naik, Asal Pasokan Lancar

Di Kutai, harga BBM Rp20 ribu per liter. Tak masalah, asal ada BBMnya

ddd
Minggu, 23 Juni 2013, 18:19
Antrian BBM jenis premium di SPBU Hayam Wuruk, Jumat 21 Juni 2013
Antrian BBM jenis premium di SPBU Hayam Wuruk, Jumat 21 Juni 2013 (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) mendukung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), namun mereka meminta pemerintah menjamin ketersediaan bahan bakar dan perbaikan infrastruktur di luar Jawa.

Ketua APKASI, Israan Noor mengakui keputusan pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi merupakan keputusan yang sulit. Namun baginya keputusan itu tetap harus dilakukan untuk pembangunan.

"Memang keputusan yang tidak populer, tetapi ini adalah keputusan yang harus diambil oleh pemerintah. Kalau tidak, akan terancam APBN 2013 dan akan terjadi pelanggaran Undang-Undang jika defisit kita melebihi 3 persen dari APBN," ujar Isran Noor di Surabaya, Minggu 23 Juni 2013.

Menurutnya berapapun harga BBM tidak jadi masalah, karena banyak daerah di luar Pulau Jawa biasa membeli BBM dengan harga yang tinggi. Hal tersebut terjadi akibat distribusi dan pasokan BBM yang tersendat sehingga harga melambung tinggi.

"Di beberapa kecamatan tempat saya, harga premium itu sudah mencapai Rp 20-25 ribu per liter, tidak ada masalah bagi mereka. Yang menjadi soal ada atau tidak ketersediaan barangnya," ungkapnya.

Israan menegaskan, suatu saat subsidi tidak diperlukan lagi. Tapi yang diperlukan adalah mensubsidi biaya distribusi dan transportasi BBM ke seluruh wilayah di negara ini dengan merata. Itu bertujuan agar disparitas harga di Jakarta dengan di Papua, Ternate dan daerah lain tidak terlalu jauh seperti yang terjadi saat ini.

"Kita bisa melihat, di Jakarta dengan jumlah kendaraan sekitar 6 juta, kalau sehari dua liter saja, berapa yang dibutuhkan atau dihabiskan untuk mereka," paparnya.

Oleh karena itu, Isran yang juga menjabat sebagai Bupati Kutai Timur mengajak kepada seluruh bupati dan walikota seluruh Indonesia agar ikut mensosialisasikan penyesuaian harga BBM.

Termasuk juga memantau secara sungguh-sungguh agar penyaluran BLSM tepat sasaran. Kalau tidak, lanjutnya, tetap rakyat kecil yang menjadi korban dari penyesuaian harga dan kebijakan pemerintah pusat.

"Oleh karena itu, saya minta kepada kawan-kawan bupati dan walikota ikut mensosialisakan kebijakan pemerintah, termasuk juga bisa mengalokasikan bantuan kepada masyarakat kecil," ujar Isran. Baginya BLSM sebagai bentuk kompensasi penyesuaian harga BBM tidak mendidik.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com