NASIONAL

Pemprov Bangka Belitung Minta Maaf ke Pramugari Sriwijaya Air

Pejabat Babel memukul pramugari Sriwijaya Air dengan gulungan koran.

ddd
Jum'at, 7 Juni 2013, 15:15
Febriyani, pramugari Sriwijaya Air
Febriyani, pramugari Sriwijaya Air (twitter)
VIVAnews - Perilaku tidak terpuji yang dilakukan Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung (Babel), Zakaria Umar Hadi, membuat Pemerintah Provinsi itu angkat bicara.

Zakaria memukul kepala pramugari Sriwijaya Air, Febriyani, dengan gulungan koran karena tak terima diingatkan untuk mematikan ponselnya saat pesawat hedak lepas landas.

Melalui Wakil Gubernur Rustam Effendi, Jumat 7 Juni 2013, Pemprov Bangka Belitung meminta maaf kepada korban dan maskapai Sriwijaya Air. "Kepada korban dan perusahaan, atas nama Pemprov Babel kami meminta maaf atas perilaku Zakaria" kata  Rustam Effendi.

Meskipun proses hukum terhadap Zakaria sudah berjalan di kepolisian, namun Pemprov Babel masih mengupayakan jalan damai.

Rustam Effendi mengaku, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Babel agar tidak arogan dan tetap mematuhi aturan.

"Kami akan tetap memberikan sanksi kepada Kepala BKPMD Babel, Zakaria. Tetapi sanksi diberikan setelah ada putusan. Kami ikuti proses hukum yang sedang berlaku sambil tetap mengupayakan jalan damai," katanya.

Peristiwa pemukulan berawal setelah Febriyani menegur Zakaria agar mematikan ponsel ketika pesawat hendak lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Terjadi adu mulut, karena Zakaria tetap mengaktifkan ponselnya. Adu mulut sempat terhenti setelah dilerai oleh pramugari lainnya.

Amarah Zakaria rupanya tak berhenti sampai di situ. Setelah pesawat mendarat di Pangkal Pinang, dan sebagian besar penumpang sudah turun dari pesawat, dia kembali mendatangi Febriyani. Dia kembali cekcok dan berujung pemukulan. Telinga belakang Febriyani dipukul menggunakan gulungan koran sebanyak dua kali oleh Zakaria.

Pihak Sriwijaya Air pun segera melaporkan perbuatan Zakaria ke Polsek Pangkal Pinang, yang tak lama kemudian menetapkan pejabat daerah itu sebagai tersangka. Zakaria kini mendekam di tahanan Mapolsek Pangkalan Baru, Babel. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rizal.aprianzah
10/06/2013
Pasti makannya dari uang korupsi...makanya kelakuannya gak bener kayak gitu......
Balas   • Laporkan
brainsynctech
08/06/2013
EMOSI BISA MELANDA SIAPA AJA TP PEJABAT BERMORAL PENJAHAT KELIATAN MSK PKE DUIT
Balas   • Laporkan
tantokw
08/06/2013
TIDAK BISA DENGAN MINTA MAAF...KARENA HUKUMANNYA BERLAPIS...SELAIN MEMBAHAYAKAN ORANG BANYAK JIKA PESAWAT CELAKA...ZAKARIA JUGA TELAH MELAKUKAN PENGANIAYAAN DAN INTIMIDASI TERHADAP PRAMUGARI...HUKUMAN 10 TAHUN SETIMPAL UTK ORANG MODEL BEGINI...
Balas   • Laporkan
ymartamin
08/06/2013
Bukan hanya masalah hukum tapi juga etika perilaku tak terpuji dari seorang manusia, apalagi pejabat. Sudah saharusnya gubernur memecat Zakaria sebagai pejabat publik dilingkungan pemprov Bangka Belitung. Kalau Ahok masih disitu pasti sudah dipecat.
Balas   • Laporkan
xahist
07/06/2013
harus dimaafkan... tapi proses hukum HARUS JALAN TERUS. tujuannya biar orang lain nggak bertindak kayak si geblek ZAKAR ria.
Balas   • Laporkan
Irwan hadi
07/06/2013
Seluruh penerbangan harus sepakat agar Kepala. BKPM Babel di black list untuk tidak diperbolehkan naik pesawat biar tau rasa dia mau naik apa dia karena sangan membahayakan penerbangan
Balas   • Laporkan
arie.trafalgar
07/06/2013
biasa jg naik odong2
Balas   • Laporkan
skyediting
07/06/2013
satu hukuman buat orang seperti ini adalah: DILARANG KERAS NAIK PESAWAT MASKAPAI APAPUN SEUMUR HIDUP, BLACK LIST NAMANYA SEGERA, LAKUKAN... biar nyadar nih orang.....
Balas   • Laporkan
penonton1
07/06/2013
YG SALAH SIAPA? YG MINTA MAAF SIAPA? PENGECUT BERLINDUNG DIBELAKANG WAGUB. GA BERANI TAMPIL DI MUKA MINTA MAAF.
Balas   • Laporkan
sentrocampo
07/06/2013
Syukur alhamdullilah kalau dipenjara.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id