NASIONAL

Pramugari Sriwijaya Air Dipukul Pejabat, Ini Kata Menhub

Sang pejabat memukul usai diingatkan pramugari untuk mematikan ponsel.

ddd
Jum'at, 7 Juni 2013, 12:08
 Febriyani, pramugari Sriwijaya Air yang dianiaya pejabat di atas pesawat.
Febriyani, pramugari Sriwijaya Air yang dianiaya pejabat di atas pesawat. (twitter)

VIVAnews – Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan, Jumat 7 Juni 2013, mendukung penuh tindakan pramugari Sriwijaya Air, Nur Febriyani, yang menuntut seorang pejabat yang memukulnya setelah diingatkan untuk tak menyalakan ponsel di atas pesawat.

“Pramugari yang melarang menyalakan HP sudah betul. Saya dukung. Apalagi ini gara-garap HP,” kata Mangindaan usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau kapal Greenpeace, Rainbow Warrior, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Mangindaan menyatakan sesuai peraturan penerbangan, semua penumpang tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi ketika pesawat akan lepas landas dan mendarat. Ia pun meminta pramugari seluruh maskapai penerbangan tidak takut mengingatkan penumpang yang salah, sekalipun penumpang itu adalah pejabat.

“Pilot dan pramugari Sriwijaya itu sudah benar, sudah tegas. Semua maskapai memang harus tegas. Penumpang (yang bandel) harus ditindak tanpa kecuali,” ujar Mangindaan. Menurutnya, tak ada alasan untuk sungkan menegur penumpang yang kebetulan punya posisi penting di pemerintahan.

Mangindaan mengatakan, pejabat sekelas menteri seperti dirinya pun tak mendapat keistimewaan apapun jika sudah di atas pesawat. “Kalau Anda lihat saya berangkat naik pesawat, saya juga diperiksa ini-itu. Kalau alarm bunyi, saya tetap diperiksa. Intinya peraturan harus dipatuhi. Mau menteri mau siapa, harus patuhi demi keselamatan penerbangan,” kata dia.

Pemukulan oleh Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi, kepada pramugari yang mengingatkannya, menurut Mangindaan jelas masuk ranah pidana. Maka ia meminta pejabat terkait ditindak tegas sesuai proses hukum yang berlaku. “Itu sudah penganiayaaan, tidak boleh,” ujar Mangindaan.

Ia berharap kasus Zakaria ini menjadi contoh bagi penumpang lainnya, termasuk pejabat, untuk mematuhi aturan di atas pesawat. Keselamatan adalah yang utama, sehingga pelanggaran apapun tidak dibenarkan. “Telepon itu mengganggu pengendalian pesawat,” kata Mangindaan.

Sementara itu Zakaria sendiri kini resmi ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat pasal penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. “Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka dan tiga pramugari Sriwijaya Air, Zakaria melakukan perbuatannya dalam keadaan sadar,” kata Kepala Bagian Operasional Pangkal Pinang, Komisaris Polisi Arifin A.B. (eh)

Baca juga:

Pramugari Sriwijaya yang Dipukul Pejabat Masih Trauma

VIDEO: Telinga Pramugari Sriwijaya Memar Dipukul Pejabat

Pejabat Daerah Pukul Pramugari Sriwijaya Dua Kali Pakai Koran



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
adoystevie
07/06/2013
Jorokin ajje Pejabat nye .. gak cocok tuh jadi pejabat , cocok nye Jadi tukang pukul (masukin bui )
Balas   • Laporkan
mengdoakkk
07/06/2013
Pejabat sontoloyo...udik baru pertama kali naik pesawat lu yah...gw aja yg ga pernah naik pesawt ga urakan gitu.....salam jari tengah buat Zakaria Umar Hadi...hahahaha
Balas   • Laporkan
darkzz
07/06/2013
Pejabat urakan itu..baru naek Pesawat,gara2 orang seperti dia itu 1 pesawat bs celaka..Dasar Otak Lemah!!!! kya gtu kok bs jd pejabat yah..apa lg berani mukul perempuan..IQ melati..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru